JENEPONTO | POROS INFO.ID – Ada sebuah pameo lama yang menyebutkan bahwa tugas guru hanyalah mengajar. Namun, pandangan tersebut kini telah bergeser di UPT SMP Negeri 3 Bangkala Barat. Di sekolah ini, tertanam kuat sebuah keyakinan baru: guru yang berhenti belajar, harus berhenti mengajar.
Semangat inilah yang melahirkan dan menghidupkan Komunitas Belajar SINGARA, sebuah wadah refleksi dan pengembangan profesional guru yang menjadi jantung transformasi pendidikan di sekolah tersebut.
Komunitas SINGARA secara rutin menjadi ruang belajar bersama bagi para pendidik. Mereka menanggalkan sejenak peran sebagai pengajar, lalu duduk dalam lingkaran diskusi dan musyawarah yang hangat, saling berbagi praktik baik, pengalaman, serta gagasan demi peningkatan mutu pembelajaran.
Kegiatan ini dilaksanakan di UPT SMP Negeri 3 Bangkala Barat, pada Rabu, 13 Januari 2026, dengan melibatkan berbagai unsur penting sekolah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah Jarwan, S.Pd., M.M, Ketua Tim SPMI Sitti Rahmatang, S.Pd., M.Pd, Ketua Komunitas Belajar Hardianensih, S.Pd., Gr, Pemateri Sukmawati, S.Pd, serta Pengawas Sekolah Iskandar, S.Pd., M.Pd.
Fokus pada Mutu dan SPMI
Inti dari gerakan SINGARA adalah komitmen kolektif untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Salah satu fokus utama yang menjadi pembahasan rutin dalam komunitas ini adalah Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Melalui SPMI, setiap proses pembelajaran dan tata kelola sekolah dikaji secara kritis agar standar mutu tidak hanya terjaga, tetapi terus mengalami peningkatan.
“Kami percaya bahwa mutu sekolah bukan sesuatu yang turun dari langit, melainkan hasil dari perencanaan yang matang dan evaluasi yang jujur,” ungkap salah satu penggerak komunitas. Dengan penguatan SPMI melalui Komunitas Belajar SINGARA, UPT SMP Negeri 3 Bangkala Barat berupaya memberikan jaminan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik, Rabu (14/01/2026).
Investasi untuk Masa Depan Bangsa
Kesadaran untuk terus belajar menjadi fondasi utama para guru di SMPN 3 Bangkala Barat. Di tengah pesatnya perkembangan zaman, mereka memahami bahwa guru yang terus bertumbuh adalah kunci lahirnya murid-murid yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
Gerakan “Bergerak Bersama” yang diusung Komunitas Belajar SINGARA bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata menuju sekolah yang lebih hebat. Setiap sesi diskusi menghadirkan rasa bangga—bangga karena menjadi bagian dari garda terdepan yang mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Sebagaimana filosofi yang terus dipegang teguh oleh komunitas ini:
“Pendidikan bukan hanya tentang mengisi wadah yang kosong, tetapi tentang menyalakan api. Dan hanya guru yang apinya terus menyala melalui belajar yang mampu menerangi jalan bagi murid-muridnya.”
Poros Info ID Aktual Investigatif Terpercaya