Sulsel,porosinfo.id.- Pasca naiknya pemberitaan sebelumnya terkait “Oknum DisDik Luwu, Diduga Gelapkan Pembayaran Baju Seragam P3-TKPO Yang Digelar KORMI”
Kasus dugaan penggelapan pembayaran baju seragam panitia dan peserta pelatihan tes kebugaran penggerak Olahraga (P3-TKPO) yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Luwu bekerja sama Dinas Pendidikan (DisDik) Kabupaten Luwu, dimedia ini mendapat respon balik dari Ketua Panitia penyelenggara M. Jufri untuk dimuat hak jawab. Mibggu (03/01/2026).
Melalui pesab whatsapp M. Jufri berkomentar : Seharusnya di tulis juga ttg tindakan2 yang kami sudah lakakukan terhadap Nursyamsi pak, agar beritanya tidak fokus ke saya padahal yang gelapkan uang Bu Andi murni Nursyamsi.
Masalah anggaran dinas tidak ada pak, murni swadaya dari peserta, dan bukan cuma uang Bu Andi yang dia gelapkan tapi semua dana peserta yang terkumpul lewat dia.
Makanya kami intens ingin melakukan pembinaan kepada Nursyamsi, mulai pendekatan keluarga, pemanggilan tertulis, menahan gajinya sampai melaporkan ke inspektorat .
Selain itu Jufei menambahkan Hak Jawab lagi yakni
1. Kegiatan ini kegiatan Kormi Kab. Luwu yang dilaksanakan dengan rekomendasi Disdik kab. Luwu untuk melatih Senam kepada guru2….jadi bukan kegiatan Disdik. Menggunakan dana swadaya dari peserta pelatihan bukan dana Disdik.
2. Panitia Senam Kormi mempercayakan kepada saudari Nursyamsi Daud untuk melakukan pembayaran baju kepada Ibu Andi Rina, namun kenyataannya Nursyamsi belum membayar ibu Andi Rina.
3. Mendapatkan laporan dari ibu Andi Rina maka kami memanggil Nursyamsi untuk segera membayar, tapi belum dibayar maka kami memanggil secara kedinasan tertulis, pada panggilan pertama dia tdk datang, panggilan kedua hadir dan membuat surat pernyataan, setelah waktu yg dijanjikan belum di bayar kami memanggil tertulis yg ke 3, dia pun tidak datang maka kami bermohon ke BKAD untuk menghentikan sementara gajinya agar dia datang…karena belum datang dan TDK pernah lagi masuk kantor maka kami melaporkan ke Inspektorat.
4. Saya keberatan atas ditampilkannya foto saya di berita karena akan menimbulkan fitnah kepada diri saya, keluarga dan Dinas saya…padahal yg melakukan penggelapan adalah oknum Panitia Kormi yg kebetulan staf Disdik.
Lp : *#
Poros Info ID Aktual Investigatif Terpercaya