TAKALAR | POROS INFO.ID – Ledakan bom ikan kembali terjadi di wilayah Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar. Peristiwa tersebut berlangsung di Desa Minasa Baji pada minggu sore (12/04/2026), saat bahan peledak diduga tengah dirakit di dalam sebuah rumah warga.
Insiden ini kembali menegaskan bahwa praktik penangkapan ikan ilegal dengan bahan peledak masih terus berlangsung, meski berulang kali membahayakan keselamatan warga dan merusak ekosistem laut.
Pada Senin (13/04/2026) sekitar pukul 21.57 WITA, seorang sumber terpercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya korban luka yang mendapatkan perawatan medis.
“Di PKM Kepulauan Tanakeke dan RS di takalar tidak ada korban ledakan yang di rawat, mungkin di larikan ke GOwa,” ungkapnya
Namun demikian, minimnya laporan korban justru memunculkan pertanyaan baru. Tim media yang melakukan penelusuran di wilayah Kepulauan Tanakeke menemukan fakta bahwa pada tahun 2025, seorang warga Lantang Peo Tanakeke, dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan bom ikan. Ironisnya, peristiwa tersebut tidak pernah terpublikasi secara luas dan diduga sengaja tidak diungkap ke publik.
Kondisi ini memperlihatkan adanya potensi praktik “gunung es” dalam kasus bom ikan di wilayah tersebut, di mana kejadian yang terungkap hanya sebagian kecil dari realitas di lapangan.
Lebih memprihatinkan lagi, hingga berita ini diterbitkan, belum pernah tercatat adanya pelaku bom ikan di wilayah Takalar yang diproses hingga vonis pengadilan negeri Takalar.
(TIM REDAKSI).
Poros Info ID Aktual Investigatif Terpercaya