TAKALAR | POROS INFO.ID – Proyek Rehabilitasi Irigasi D.I Pamukkulu di wilayah kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Mengalami retakan di berberpa struktur kualitas material di pertanyakan.
Sebelumnya telah di beritakan, Panas di Lokasi Proyek Pamukkulu! BARAK Kirim Somasi, SEPERNAS: Banyak Preman Gentayangan https://porosinfo.id/panas-di-lokasi-proyek-pamukkulu-barak-kirim-somasi-sepernas-banyak-preman-gentayangan/.
Hasil penelusuran lapangan menunjukkan adanya dugaan penggunaan material berbeda dari ketentuan kontrak. Menanggapi hal itu, Pimpinan Pusat Barisan Aktivis Mahasiswa Pergerakan (BARAK) menyayangkan kondisi tersebut dan menilai pihak pelaksana proyek perlu bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan tersebut.
“Sejak bulan September 2025 kami telah melayangkan somasi kepada PT Jaya Etika Beton selaku pelaksana proyek Rehabilitasi Irigasi D.I Pamukkulu di Kecamatan Polongbangkeng Selatan. Bulan Oktober kami lanjutkan investigasi ke wilayah Mangarabombang hingga menemukan retakan di beberapa titik struktur pekerjaan,” ungkap perwakilan BARAK kepada awak media, Selasa (21/10).
BARAK juga menyoroti dugaan bahwa tambang batu di Desa Su’rulangi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, yang menjadi pemasok utama material proyek tersebut, tidak memiliki izin usaha pertambangan (IUP). “Jika benar tambang itu tidak berizin, maka ini pelanggaran serius yang harus segera ditindak,” tambahnya.
Sementara itu, kasus pengrusakan kendaraan milik jurnalis Armada Wahid Rani yang terjadi saat peliputan di lokasi proyek hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti. Pelaku pengrusakan dilaporkan belum ditahan, meski peristiwa tersebut telah mendapat perhatian publik dan komunitas pers di Takalar.
Poros Info ID Aktual Investigatif Terpercaya