Menjaga Marwah Adat Ditengah Birokrasi Refleksi Atas Tata Kelola LAD Gowa

Bagikan

Opini Ruang Publik

By Ullys

(porosinfo.id), GOWA, 14 Maret 2026 – Forum Pemerhati Budaya Gowa secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap terkait dinamika kepemimpinan di Lembaga Adat Daerah (LAD) Kabupaten Gowa. Forum menilai adanya indikasi hambatan administratif dalam pengukuhan Ketua LAD terpilih yang berpotensi mencederai tatanan adat dan hukum yang berlaku di Butta Gowa.

Berdasarkan tinjauan kritis dan landasan hukum, Forum Pemerhati Budaya Gowa menyatakan poin-poin sebagai berikut:

1. *Menghormati Kedaulatan Musyawarah di Baruga Pattingalloang*
Forum mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa, di bawah kepemimpinan Bupati Husniah Talenrang (HT), untuk segera menerbitkan SK pelantikan bagi Andi Bau Malik. Beliau telah terpilih secara aklamasi oleh para pemangku adat dalam pertemuan di Baruga Pattingalloang. Penundaan pengesahan hasil mufakat ini dinilai sebagai bentuk intervensi birokrasi terhadap kedaulatan masyarakat adat.

2. *Memuliakan Maqam Raja Gowa ke-39 di Luar Struktur Organisasi*
Forum memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Andi Muhammad Imam yang telah resmi dinobatkan sebagai Raja Gowa ke-39 pada 29 November 2024. Namun, Forum memandang adanya ketidaksesuaian logika jika seorang Raja (Sombayya) ditarik ke dalam struktur administratif sebagai Ketua LAD.

*Secara Moral: Memaksakan Raja menjabat Ketua LAD adalah bentuk degradasi marwah. Raja adalah simbol kedaulatan nasab (keturunan), bukan pengelola organisasi bentukan Pemda yang kinerjanya diatur dan dikontrol melalui SK Bupati.*

3. *Kepatuhan Mutlak Terhadap Putusan Mahkamah Agung (MA)*
Bupati Gowa harus tetap berpijak pada Putusan MA No. P/HUM/2017 yang telah membatalkan pasal-pasal krusial dalam Perda Gowa No. 5 Tahun 2016, yaitu:
– Pasal 1 angka 3: Yang sebelumnya memberikan fungsi Sombayya (Raja) kepada Bupati.
– Pasal 3: Mengenai pengukuhan fungsi raja oleh pejabat politik.
MA secara tegas melarang jabatan politik (Bupati) mengambil alih fungsi atau gelar Raja.

4. *Respek Sejarah dan Etika Kepemimpinan*
Upaya mengarahkan Raja menjadi Ketua LAD dan menunda SK Bau Malik menunjukkan adanya hambatan dalam memahami respek sejarah Gowa. Gowa tidak butuh “Matahari Kembar”, namun Gowa butuh harmoni di mana Bupati mengurus pemerintahan, dan lembaga adat menjaga tradisi secara mandiri tanpa tekanan administratif.

TUNTUTAN FORUM PEMERHATI BUDAYA GOWA

– Meminta Bupati Gowa segera menerbitkan SK Pelantikan Andi Bau Malik sebagai Ketua LAD sesuai mandat aklamasi.
– Meminta kepada DPRD Gowa untuk Segera Mengukuhkan Pengurus LAD Gowa
– Memuliakan Andi Muhammad Imam sebagai Raja Gowa ke-39 pada posisi yang mulia secara independen, tanpa menjadikannya bagian dari birokrasi LAD Pemkab Gowa.
– Menuntut kepatuhan terhadap supremasi hukum (Putusan MA) demi menjaga kewibawaan Butta Gowa.

“Muliakan Adat dengan menempatkannya pada tempat yang seharusnya. Raja di Istana, Bupati di Kantor Daerah.”

Gowa, 14 Maret 2026
FORUM PEMERHATI BUDAYA GOWA
#SaveMarwahGowa #MuliakanRaja #TegakkanPutusanMA #SKkanBauMalik
Narasi Andi Ilham Hasanuddin abe

Check Also

Perkuat Sinergi Media dan Pemerintah, Kunker Perdana Ketua Umum IJS Sulbar di Pasangkayu Disambut Hangat Kominfo-Kesbangpol

Bagikan    PASANGKAYU, Porosinfo.id – Kunjungan kerja perdana Ketua Umum Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Ikatan Jurnalis Sulawesi …

DPP IJS Kunjungi Pasangkayu, Perkuat Soliditas Organisasi dan Sinergi Bersama Pemangku Kepentingan

Bagikan    PASANGKAYU, Porosinfo.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) melaksanakan kunjungan kerja …

Dalam Pendapat Akhir Fraksi, PKB Dorong Pemkab Takalar Mengoperasikan Kembali RSUD Galesong

Bagikan    TAKALAR | POROSINFO.ID – Ketua Fraksi PKB DPRD Takalar, Habibie Abdullah, menyampaikan pendapat akhir fraksinya …

Bapenda Takalar Tuai Pujian, Pelayanan Ramah dan Santun Bikin Wajib Pajak Nyaman

Bagikan    TAKALAR | POROSINFO.ID – Komitmen Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Takalar dalam menghadirkan pelayanan publik …

Bupati Takalar: Desa, Kecamatan, Kabupaten hingga Pusat Harus Satu Barisan dalam Tata Kelola Pemerintahan

Bagikan    TAKALAR | POROSINFO.ID – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *