TAKALAR | POROS INFO.ID – Pemerintah Kabupaten Takalar bersama Pemerintah Kecamatan Pattallassang dan Kementerian Sosial Republik Indonesia mulai melakukan sosialisasi dan penjangkauan program Sekolah Rakyat (SR) terhadap anak-anak usia sekolah yang masuk dalam kategori Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Pattallassang ini menjadi langkah awal identifikasi lapangan terhadap sekitar 2.000 anak usia SD, SMP, dan SMA yang terdata sebagai kelompok rentan dan membutuhkan intervensi pendidikan serta perlindungan sosial yang lebih dekat dan terukur.
Proses identifikasi dilakukan secara langsung oleh unsur pemerintah dan aparat kewilayahan, melibatkan lurah, kepala lingkungan, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas guna memastikan validitas data dan kondisi riil anak-anak di lapangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Kabupaten dari Direktorat Perlindungan dan Jaminan Sosial Non Kebencanaan Kementerian Sosial RI. Ketua Tim Kabupaten, Muh Sahir, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan program Sekolah Rakyat benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan ini bertujuan melakukan identifikasi langsung di lapangan untuk melihat dari dekat kondisi sekitar 2.000 anak yang masuk dalam Desil 1 dan 2 DTSEN. Pemerintah ingin memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan yang layak melalui program Sekolah Rakyat,” ujar Muh Sahir.
Dalam kesempatan itu, Camat Pattallassang, Bansuhari Said, menyampaikan rasa bangga atas capaian Pemerintah Kabupaten Takalar yang berhasil menghadirkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kecamatan Polut, Rabu (14/05/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari upaya dan lobi intensif Bupati Takalar, Daeng Manye, di tingkat pusat.
“Ini capaian yang sangat membanggakan bagi Kabupaten Takalar. Berkat perjuangan dan lobi Bapak Bupati Daeng Manye di Jakarta, Takalar mendapatkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen dan menjadi satu-satunya di Sulawesi Selatan,” ungkap Bansuhari Said.
Saat ini, Sekolah Rakyat Kabupaten Takalar masih menjalankan proses pembelajaran sementara di SKB Kabupaten Takalar dengan jumlah siswa sebanyak 72 anak.
Bansuhari Said menambahkan bahwa program tersebut sejalan dengan inovasi Kecamatan Pattallassang bertajuk Pak Sewang, yang fokus pada penguatan pelayanan sosial, pendidikan, dan keberpihakan kepada masyarakat rentan.
“Kami di Kecamatan Pattallassang terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar tidak ada lagi anak-anak yang tertinggal dari akses pendidikan.Program Sekolah Rakyat ini sejalan dengan semangat inovasi Pak Sewang yang kami jalankan,” tambahnya.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan kelompok rentan sosial.(
Poros Info ID Aktual Investigatif Terpercaya