TAKALAR | POROS INFO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan kepribadian melalui kegiatan zikir dan tausyiah Jumat, yang rutin digelar di Masjid At-Taubah, Jumat (5/12).
Kegiatan ini menjadi salah satu instrumen pembinaan mental paling strategis di tengah upaya Lapas menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih tertib, damai, dan penuh kesadaran spiritual.
Zikir dan tausyiah yang dipandu Penyuluh Agama Kementerian Agama, Ustaz Sahlan Hamzah, tersebut tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi sarana memperdalam iman, memperkuat ketakwaan, serta menumbuhkan kesadaran diri Warga Binaan dalam menjalani proses pemasyarakatan.
Ustaz Sahlan menegaskan bahwa kegiatan ini disusun dengan pendekatan keagamaan yang terukur. “Tujuannya jelas: menumbuhkan kesadaran hidup, memperbaiki diri, dan membentuk karakter yang lebih baik sebagai hamba Allah sekaligus warga negara,” ujarnya.
Selain zikir, kegiatan ibadah Jumat juga mencakup tausyiah, pembelajaran akidah akhlak, hingga ibadah bersama. Evaluasi rutin melalui survei peserta dilakukan agar pelaksanaannya kian efektif dan tepat sasaran.
Salah satu Warga Binaan, Maulana, mengakui manfaat besar dari program pembinaan spiritual ini. “Ini menambah wawasan kami dan menjadi pencerahan bagi kami yang pernah tersesat,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Lapas Takalar Mansur menegaskan bahwa zikir menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas mental Warga Binaan, terutama dalam mengikis potensi perilaku negatif. “Zikir membersihkan hati dan pikiran. Ini kesempatan berbenah sebelum kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Mansur berharap pembinaan keagamaan yang konsisten ini dapat menjadi bekal nyata bagi Warga Binaan setelah bebas, sehingga mereka dapat kembali ke lingkungan sosial dengan akhlak yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif.
Poros Info ID Aktual Investigatif Terpercaya