Perayaan 79 Tahun Himpunan Mahasiswa Islam: Merawat tradisi intelektual, meneguhkan khittah perjuangan, dan menjaga spirit kaderisasi

Bagikan

SULSEL | POROS INFO.ID – Seluruh Indonesia menggaungkan ucapan selamat dan bangga terhadap Himpunan Mahasiswa Islam sebagai organisasi. Usia yang tidak lagi mudah bagi berdirinya suatu organisasi kaderisasi. Dalam poros sejarah bangsa, eksistensi HMI merupakan komponen yang menentukan arah gerakan mahasiswa dalam menentang kebijakan yang secara sosiologis tidak memihak pada kepentingan masyarakat.

Sejak awal HMI didirikan oleh Ayahanda Lafran Pane, HMI telah menempatkan prinsip-prinsip intelektualitas dan ilmu pengetahuan sebagai pilar utamanya. Bukan tanpa alasan, melihat realitas mahasiswa dan masyarakat yang pada saat itu menantang. Penting bagi kita sebagai kader untuk merefleksikan apakah kita masih menjunjung tradisi intelektual atau justru terjebak dalam mediokritas akademik.

Dalam perjalanannya, HmI secara kelembagaan tidak pernah berubah. Sebab yang berubah hanya kader pengisi struktural saja. Kualitas insan pencipta menuntut para kader untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi mampu melahirkan gagasan dan inovasi yang solutif terhadap persoalan bangsa.

Sebagai organisasi Islam, HMI menempatkan Islam sebagai ruh perjuangannya. Islam dalam visi HMI bukan sekedar label atau identitas formal, tetapi harus menjadi nilai yang hidup dalam aspek kehidupan kadernya. Sering kali kita melihat adanya dikotomi antara Islam sebagai nilai dan Islam sebagai retorika. Tujuan akhir dari perjuangan HMI adalah terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Ini berarti bahwa setiap kader HMI harus memiliki visi besar tentang perubahan sosial dan keadilan.

Refleksi terhadap lima kualitas insan cita ini membawa kita pada kesimpulan bahwa menjadi kader HMI bukan sekadar soal pernah mengikuti Latihan Kader (LK), tetapi bagaimana kita terus membawa nilai-nilai HMI dalam kehidupan sehari-hari sepanjang hidup kita. Di usia 79 tahun ini, HMI bukan lagi hanya tentang sejarah, tetapi penentu arah masa depan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan menghidupkan nilai-nilai HMI dalam berbagai lini kehidupan. Jika kita masih memegang teguh lima kualitas insan cita.

Check Also

Ada Niat Korupsi atau Tidak Mampu Menjabat ?, Kabag Umum Gowa Bungkam soal Makan Minum 2,3 Milyar Tahun 2026

Bagikan    Gowa,porosinfo.id.- Di tengah tuntutan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan negara, redaksi menemukan adanya amggaran belanja …

Seminar Parenting KKRA Takalar Tingkatkan Kompetensi Pendidik RA

Bagikan    TAKALAR | POROS INFO.ID – Kelompok Kerja Guru Raudhatul Athfal (KKRA) Kabupaten Takalar menggelar kegiatan …

Tak Hanya Membina, Lapas Takalar Lawan Buta Aksara Lewat Program Keaksaraan Fungsional

Bagikan    TAKALAR | POROS INFO.ID – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Takalar bekerja sama dengan peserta magang …

Dari Balik Jeruji ke Dunia Kopi: Lapas Takalar Resmikan Cafe Globalpas untuk Bekal Warga Binaan

Bagikan    TAKALAR |POROS INFO.ID – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar, Mansur, meresmikan soft opening …

Soal Penggunaan Anggaran 9 Milyar, Pola Kerja Kabag Umum Gowa Diduga Bekerja Melenceng Dari Visi Misi Bupati

Bagikan    Gowa,porosinfo.id.- Nama Paket Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor, Nama KLPD Kab. Gowa, Satuan Kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *