Sawit Melimpah di Pasangkayu, APKASINDO Minta PT Palma Diizinkan Beroperasi Sementara

Bagikan

PASANGKAYU, Porosinfo.id – Musim panen raya kelapa sawit yang berlangsung pada Mei hingga Juni di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, justru mendatangkan kekhawatiran bagi para petani. Pasalnya, melimpahnya tandan buah segar (TBS) yang dipanen tidak diimbangi dengan daya tampung pabrik pengolahan yang tersedia, sehingga berisiko membuat buah membusuk sebelum dapat diproses.

Ketua Asosiasi Petani Sawit Indonesia (APKASINDO) Perjuangan Provinsi Sulawesi Barat, Sukidi Wijaya, mengungkapkan kekhawatiran tersebut. Menurutnya, saat ini beberapa pabrik di wilayah Pasangkayu sudah beroperasi melebihi kapasitas maksimal, sehingga sangat membatasi penerimaan buah dari masyarakat.

“Kami dari kalangan petani merasa sangat cemas dengan kondisi ini. Aktivitas penerimaan di pabrik sangat terbatas karena kapasitas pengolahan sudah mencapai batasnya. Kami khawatir hasil panen yang melimpah ini justru akan terbuang atau membusuk,” ujar Sukidi Wijaya, Selasa (21/5/2026).

Ia menyoroti adanya permasalahan tambahan yang memberatkan petani, yakni berhenti beroperasinya PT Palma. Sukidi berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan khusus agar perusahaan tersebut kembali beroperasi sementara waktu, meskipun saat ini sedang ada proses hukum yang menyertai perusahaan itu.

“Buah sudah menumpuk melimpah, namun ada pabrik seperti PT Palma yang tidak beroperasi. Saya sangat berharap PT Palma diberi izin untuk beroperasi sementara. Saya merasa kasihan melihat nasib petani yang hasil panennya tertimbun dan tidak bisa masuk ke pabrik,” harapnya.

Selain masalah penumpukan buah, para petani juga dirugikan oleh selisih harga yang sangat jauh. Berdasarkan penetapan harga resmi provinsi pada 12 Mei 2026, nilai TBS mencapai Rp3.497 per kilogram. Namun, harga yang diterima petani di lapangan melalui pengepul atau penimbang sawit hanya berkisar Rp1.000 per kilogram.

“Bahkan dengan harga serendah Rp1.000 itu pun, sering kali buah masyarakat masih ditolak oleh penimbang. Alasannya tetap sama: pabrik pengolahan menolak pasokan tambahan karena kapasitas sudah penuh. Dengan harga penetapan yg sudah di perjuangkan dengan maksimal, namun akhirnya tidak dapat di nikmati oleh petani,” jelasnya.

Karena kondisi ini, APKASINDO meminta pemerintah daerah dan pihak terkait segera mencari solusi agar seluruh hasil panen petani dapat terserap dengan baik dan petani tidak mengalami kerugian akibat penurunan harga maupun buah yang tidak terjual.

Check Also

Bocoran Spesifikasi Huawei Pura 90 Plus Terungkap Lewat Unit Pajangan, Pakai Chipset Baru Kirin 9025!

Bagikan    Halo pembaca porosinfo.id, kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi Huawei. Meski belum resmi merilis spesifikasi …

Perkuat Kemanunggalan TNI‑Rakyat, Pembangunan RTLH Sasaran 3 TMMD ke‑130 Dimulai

Bagikan    MAMUJU, Porosinfo.id – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke‑130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1418/Mamuju telah memulai pembangunan Rumah Tidak …

Alumni 1997 Matangkan Pelantikan Pengurus IKA SMPN 21 Makassar

Bagikan    MAKASSAR,porosinfo.id.— Panitia Pelaksana Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni (IKA) SMP Negeri 21 Makassar mulai mematangkan berbagai …

Sinergi TNI dan Masyarakat, TMMD ke 130 Kodim 1418/Mamuju Genjot Pengecoran Jalan, Akses dan Ekonomi Warga Semakin Terbuka

Bagikan    MAMUJU, Porosinfo.id — Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 TA 2026 Kodim 1418/Mamuju terus …

Tragedi Terkam Buaya di Sungai Lariang, Polsek Baras Hadir di Rumah Duka dan Ingatkan Keselamatan Warga

Bagikan    PASANGKAYU, Porosinfo.id — Jajaran Polsek Baras mendatangi rumah duka seorang warga yang meninggal dunia akibat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *