GOWA,porosinfo.id. – Komando Distrik Militer (Kodim) 1409/Gowa bersama Pemerintah Kabupaten Gowa terus memacu pengerjaan sejumlah proyek jembatan beton strategis di wilayah pelosok pedesaan Kabupaten Gowa. Melalui program karya bakti terpadu, proyek infrastruktur ini dikerjakan secara padat karya dengan melibatkan personel gabungan TNI dari Yonzipur dan Zeni Bangunan (Zibang) yang bergotong royong bersama masyarakat setempat.
Berdasar data sumber yang diambil redaksi yang tersebar diMedia sosail, Komandan Kodim (Dandim) 1409/Gowa, Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi, menyatakan bahwa seluruh proyek ini ditargetkan rampung tepat waktu sebelum kuartal akhir tahun ini guna mengantisipasi kendala musim penghujan. Hingga pertengahan September, dua proyek jembatan di Kecamatan Bontonompo Selatan menunjukkan progres yang signifikan. Jembatan Kanal Pabbundukang (Tahap V) kini telah mencapai progres fisik 80 persen dan memasuki tahap pengecoran akhir, sementara Jembatan Sungai Jatia (Tahap VI) berada pada angka 37,10 persen. Sementara itu, pembangunan Jembatan Sungai Badenglolo di wilayah pelosok Kecamatan Biringbulu juga terus dikebut dan telah mencapai 67 persen.
Pembangunan ini menggunakan skema anggaran kolaborasi lintas sektor yang dinilai sangat efisien. Pemerintah Kabupaten Gowa memberikan dukungan penuh melalui alokasi dana APBD senilai Rp1,5 miliar untuk pengadaan material utama seperti semen, besi tulangan, dan batu kali. Di sisi lain, Mabes TNI bersama Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan menyokong dari sektor operasional teknis pasukan, logistik taktis, serta pengerahan satuan ahli konstruksi militer. Hubungan sinergis ini berhasil memangkas biaya pihak ketiga karena dikerjakan tanpa melalui sistem tender murni kontraktor swasta.
Secara spesifikasi teknis, jembatan-jembatan permanen ini dirancang menggunakan standar konstruksi yang kokoh. Memiliki bentang panjang hingga 15 meter, lebar 4 meter, dan tinggi mencapai 5 meter dari dasar sungai, jembatan beton bertulang ini mampu menahan tonase beban kendaraan antara 8 hingga 10 ton. Konstruksi ini dipastikan aman untuk dilalui truk bermuatan hasil pertanian sedang yang kerap melintasi wilayah tersebut.
Hingga berita ini dimuat Redaksi membuka ruang hak jawab dari pihak terkait dari pemberitaan diatas.
(**)
Poros Info ID Aktual Investigatif Terpercaya