GOWA,porosinfo.id. – Tokoh pemuda sekaligus aktivis Kabupaten Gowa, Asrul Mallombasang, mengeluarkan pernyataan tegas terkait dinamika sosial dan politik di wilayahnya. Ia mengimbau seluruh pihak, terutama para aktivis lokal, untuk menjaga kedamaian dan tidak memprovokasi konflik di antara sesama putra daerah demi kepentingan pribadi.
Asrul menegaskan komitmennya sebagai putra asli daerah yang menginginkan situasi kondusif di Gowa. Ia mencium adanya indikasi skenario dari oknum tertentu yang sengaja ingin menciptakan perpecahan.
“Kami 1000 persen aktivis putra daerah Gowa. Terlalu banyak aktivis daerah yang ingin membenturkan sesama putra daerah. Satu pesan kami, jangan cari makan dengan membenturkan sesama putra daerah,” ujar Asrul dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak ingin masuk dalam pusaran konflik ataupun masalah tertentu yang sedang berkembang. Namun, ia menyayangkan banyaknya rekayasa situasi yang berpotensi merusak persatuan masyarakat Gowa.
“Kami tidak ada urusan mengenai masalah (yang ada), hanya saja terlalu banyak settingan yang ingin membenturkan sesama putra daerah,” lanjutnya.
PENGALAMAN MASA LALU SEBAGAI PELAJARAN
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Asrul mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi korban nyata dari kerasnya konflik politik lokal pada masa lalu. Ia berharap tragedi kelam tersebut tidak terulang kembali kepada generasi saat ini.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Asrul mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi korban nyata dari kerasnya konflik politik lokal pada masa lalu. Ia berharap tragedi kelam tersebut tidak terulang kembali kepada generasi saat ini.
“Cukup saya yang pernah menjadi korban Pilkada 2015, ditembak di Balla Lompoa. Jangan buat suasana makin gaduh dengan mementingkan diri sendiri sehingga jai ero sibeso-beso (banyak yang mau saling sikut),” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Asrul menggunakan falsafah dan bahasa lokal untuk mengetuk hati nurani seluruh masyarakat dan tokoh di Gowa agar bersama-sama menjaga keamanan kampung halaman.
“Punna mengaku tau Gowa (kalau mengaku orang Gowa), masing-masingki jagai parasanganta (mari kita saling menjaga daerah kita). Tabe lompo, salama’,” tutup Asrul Mallombasang.
(**)
Poros Info ID Aktual Investigatif Terpercaya