Aliansi Gerakan Masyarakat Peduli Takalar Kepung DPRD, Tuntut Solusi Polemik BPJS PBI dan Layanan Kesehatan

Bagikan

TAKALAR | POROS INFO.ID – Pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Peduli Takalar menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPRD Kabupaten Takalar, Jumat (20/2/2026). Aksi tersebut dirangkaikan dengan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD sebagai bentuk tekanan atas berbagai persoalan pelayanan kesehatan yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

Aksi ini dipicu oleh maraknya polemik penonaktifan BPJS PBI, persoalan penentuan desil, layanan Mobile JKN yang dinilai belum maksimal, penghentian bantuan sosial (Bandos) bagi penyandang disabilitas, hingga buruknya pelayanan kesehatan di Kabupaten Takalar. Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam aliansi tersebut menyuarakan tuntutan tegas agar pemerintah daerah tidak lepas tangan atas persoalan yang berdampak langsung pada masyarakat kecil.

Dalam orasinya, Jenderal Lapangan aksi, Waliyullah, menyoroti sistem sentralisasi kebijakan yang dinilai justru memperumit akses layanan kesehatan. Menurutnya, secara konseptual sentralisasi melalui kementerian memang bertujuan menjaga validitas data nasional serta mencegah penyalahgunaan. Namun dalam praktik di lapangan, mekanisme tersebut kerap menimbulkan hambatan birokrasi yang berujung pada keterlambatan pelayanan kesehatan bagi warga.

“Akibatnya masyarakat menjadi korban. Data yang tidak sinkron dan kebijakan yang tidak responsif membuat banyak warga kehilangan akses jaminan kesehatan,” tegas Waliyullah di hadapan peserta aksi.

Massa aksi secara tegas meminta DPRD Kabupaten Takalar segera memanggil dan menghadirkan Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Takalar, Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, serta Badan Pusat Statistik Kabupaten Takalar dalam forum RDP terbuka. Mereka menuntut adanya penjelasan komprehensif sekaligus solusi konkret atas persoalan yang terjadi.

Sebagai bentuk ultimatum, massa aksi sempat menutup satu jalur di jalan poros Takalar. Penutupan jalur tersebut dilakukan sebagai simbol protes keras terhadap DPRD Kabupaten Takalar dan seluruh dinas terkait yang dinilai lamban merespons polemik nasional yang berdampak langsung di daerah.

Aliansi Gerakan Masyarakat Peduli Takalar menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar demonstrasi simbolik, melainkan bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan publik yang menyangkut hak dasar masyarakat atas kesehatan dan kesejahteraan. Mereka berkomitmen akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan kepastian bagi warga Takalar.

Check Also

Oknum Kayak Wartawan di Gowa Kabur Setelah Ketahuan Menghamili Istri Sahabatnya

Bagikan    Gowa,porosindo.id.- Seorang wartawan yang kerap di sapa Usman resmi melaporkan Oknum yang mengaku kayak) wartawan …

Pesan Ancaman ke Alumni SIT NFM, Polrestabes Makassar Dan Bank Dicatut

Bagikan    Makassar,porosinfo.id. — Sejumlah mantan alumni angkatan 3 dan 4 SIT NFM melaporkan adanya pesan WhatsApp …

Bos Kosmetik FF Jadi Sorotan Dan Dapat Dijerat Pidana Penjara Lakukan pelecehan seksual Live

Bagikan    Makassar,porosinfo.id..– Fenny Frans yang merupakan owner (Bos) pemilik produk kosmetik/skincare berinisial FF ini menjadi sorotan …

Marak Hipnotis di Toko HP, Perintis Presisi Polres Gowa Turun Beri Edukasi ke Pelaku Usaha

Bagikan    Gowa,porosinfo.id- Maraknya aksi hipnotis yang menyasar pemilik usaha kecil, khususnya counter handphone, menjadi perhatian serius …

Rem Blong truck Muat Sirtu Terbalik Dan Menabrak Tembok Warga Kabupaten Gowa

Bagikan    Gowa,porosinfo.id. – Kecelakaan tunggal terjadi  di poros jalan bukit Tamarunang Senin 16/02/2026,  truck bermuatan pasir …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *