POROS INFO – Belanda diam-diam membawa seorang nenek tua yang sudah buta ke sebuah kampung terpencil. Pakainya lusuh. Tubuhnya sangat rapuh dimakan usia.
Tak ada yang tahu siapa dia.
Penduduk hanya merasa iba… lalu merawatnya. Mereka memanggilnya “Ibu Perbu”.
Setiap hari nenek itu hanya melakukan satu hal sederhana:
1.mengajari anak-anak kampung mengaji Al-Qur’an dan la hidup miskin.
3.Tidak pernah mengeluh.
4.Tidak pernah meminta dihormati.
Dua tahun kemudian… nenek itu meninggal.
Dimakamkan sederhana di bukit terpencil.
1.Tanpa upacara.
2.Tanpa kehormatan.
Orang kampung mengira…
dia hanyalah nenek biasa yang terlupakan oleh
zaman.
Namun puluhan tahun kemudian, sebuah dokumen rahasia Belanda terbongkar.
Negara gempar.
Saat makamnya dicari kembali, barulah terungkap siapa sebenarnya nenek buta itu…
Dia adalah Cut Nyak Dien Singa betina dari Aceh.
Panglima wanita yang membuat tentara Kerajaan Belanda ketakutan dalam Perang Aceh.
Bahkan ketika matanya sudah buta, ia tetap memimpin perlawanan di hutan.
Karena itulah Belanda sangat takut.
Mereka membuangnya ribuan kilometer dari
tanah kelahirannya.
agar rakyat Aceh mengira dia telah hilang.
Sungguh ironis.
Seorang pahlawan besar yang mengorbankan suami, keluarga, harta, bahkan penglihatannya untuk bangsa,justru meninggal sebagai nenek asing yang tidak dikenali di negerinya sendiri.
Poros Info ID Aktual Investigatif Terpercaya