Bos Kosmetik FF Jadi Sorotan Dan Dapat Dijerat Pidana Penjara Lakukan pelecehan seksual Live

Bagikan

Makassar,porosinfo.id..– Fenny Frans yang merupakan owner (Bos) pemilik produk kosmetik/skincare berinisial FF ini menjadi sorotan media online.

Salah satu videonya yang berduatasi 1menit 49 detik melakukan tindakan pelecehan seksual diruang publik saat joged Live Facebook pada Minggu (15/2/2026) bersama Bang Jali Sudirman.

 

Di kutip dari pemberitaan media online Indonesiasatu.co.id.  yang terbit pada 6 pebruari 2026 dwngan judul

Owner Kosmetik FF Pegang Alat Kelamin Bang Jali, Warga : Melanggar Norma Kesusilaan dan Moral

pemberitaan tertulis dalam postingannya pada saat acara menyanyi dan joget-joget bersama di Jalan Sulawesi, Kota Makassar, hadir juga Aty Kodong D’Academy, yang nampak disawer oleh Fenny Frans saat dia joget dan menyanyi.

Hanya ada yang bikin suasana jadi kaget pada saat Fenny Frans yang joget bersama Bang Jali, dengan sengaja dia memegang alat kelamin Bang Jali.

Sontak Bang Jali kaget dan langsung menutupi kelaminnya dengan kedua telapak tangannya, yang nampak pada siaran livenya dengan ribuan penonton.

dipemberitaan itupun juga terdapat beberapa sorotan negatif yang dtulis media tersebut

“Apalagi nampak di video itu ada anak-anak juga yang mesti dijaga moralnya, jadi sangat merusak moral anak, pengaruh lingkungan yang buruk dapat menyebabkan anak meniru perilaku menyimpang dan hilangnya nilai-nilai sopan santun.

“Jadi apabila ditonton juga oleh anak – anak livenya, kita mencontohkan hal yang tidak mendidik, karena situasi lingkungan sekitar dan interaksi sosial yang salah, itu dapat memengaruhi moral anak.”

Akibat video postingan Tindakan pelecehan seksual di dunia maya (media sosial atau platform elektronik lainnya) Fenny Frans dapat dijerat menggunakan beberapa pasal dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, terutama melalui UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan UU ITE.
UU No. 1 Tahun 2024 (Perubahan Kedua UU ITE)
Pasal 27 ayat (1): Melarang setiap orang dengan sengaja mendistribusikan, mentransmisikan, atau membuat dapat diaksesnya informasi/dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
Sanksi: Pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.
Pasal 29: Mengatur tentang pengiriman informasi elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi, termasuk dalam konteks pemerasan seksual (sextortion).

Adanya pemberitaan ini redalsi media ini membuka ruang hak jawab pihak terkait.

Jb,Ss

Check Also

Sambut Pelantikan PAW Sri Hayati, Bupati Pasangkayu Tekankan Amanah Rakyat untuk Pembangunan Daerah

Bagikan    PASANGKAYU, Advetorial, Porosinfo.id – Bupati Kabupaten Pasangkayu H. Yaumil Ambo Djiwa menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan kepada Sri Hayati …

Paripurna PAW DPRD Pasangkayu, Sri Hayati Resmi Gantikan Paris Balinono

Bagikan    PASANGKAYU, Porosinfo.id – DPRD Kabupaten Pasangkayu menggelar rapat paripurna pelantikan serta pengambilan sumpah janji Anggota …

Kapolres Pasangkayu Turun Langsung ke Jalan, Sapa Masyarakat dan Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar

Bagikan    PASANGKAYU, Porosinfo.id – Kapolres Pasangkayu turun langsung ke jalan menyapa masyarakat sekaligus memantau kelancaran arus …

Diduga Ilegal, Aktivitas Somel Kayu di Desa Lonjoboko Gowa Bebas Beroperasi

Bagikan    GOWA,poosinfo.id. – Sebuah usaha pengolahan kayu atau somel di Kampung Bikokoro, Dusun Galesong, Desa Lonjoboko, …

Bocoran Spesifikasi Huawei Pura 90 Plus Terungkap Lewat Unit Pajangan, Pakai Chipset Baru Kirin 9025!

Bagikan    Halo pembaca porosinfo.id, kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi Huawei. Meski belum resmi merilis spesifikasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *