PB-HIPERMATA Soroti Dugaan Markup Program MBG di Takalar: Jangan Cederai Bulan Suci dengan Praktik Curang

Bagikan

TAKALAR | POROS INFO.ID – Program pemerintah Makanan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya menjadi instrumen strategis dalam mendorong pemenuhan gizi generasi bangsa sebagai investasi masa depan, sekaligus bentuk pemerataan pelayanan pemenuhan gizi nasional. Namun, di tengah semangat tersebut, muncul sorotan publik terkait pelaksanaan program di Kabupaten Takalar.

Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (PB-HIPERMATA) menilai program MBG Takalar merupakan kebijakan yang sangat baik dan bahkan dapat menjadi ladang ibadah di bulan suci Ramadhan apabila dijalankan secara transparan, profesional, dan sesuai standar gizi yang ditetapkan, Selasa (24/02/2026).

Namun, belakangan ini berbagai postingan dan aduan di media sosial memunculkan dugaan adanya indikasi markup harga terhadap paket makanan yang dibagikan kepada siswa, khususnya pada sejumlah dapur penyedia MBG di Kabupaten Takalar. Jika dugaan tersebut terbukti, maka pihak terkait dapat berhadapan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sekretaris Jenderal PB-HIPERMATA, Rizal Sukarman, menilai isi paket makanan yang beredar di berbagai unggahan publik tidak masuk akal jika dikaitkan dengan standar pemenuhan gizi atau Angka Kecukupan Gizi (AKG).

“Bagaimana tidak, dari aduan dan postingan yang beredar, isi makanan yang dibagikan hanya berupa roti kecil, satu buah salak, beberapa biji kacang, dan satu butir telur. Beberapa dapur lain bahkan relatif sama. Pertanyaannya, apakah itu sudah memenuhi standar pemenuhan gizi atau AKG yang ditetapkan?” tegas Rizal.

Ia menambahkan, transparansi dari kepala dapur dan peran aktif ahli gizi di setiap titik distribusi harus menjadi perhatian serius. Penentuan porsi dan komposisi makanan, terlebih di bulan Ramadhan, semestinya mengacu pada standar kesehatan dan kebutuhan gizi siswa, bukan sekadar formalitas administrasi.
“Tentunya apa yang dibagikan kepada siswa harus dipertanyakan kepada kepala dapur.

Bagaimana peran ahli gizi dalam menentukan isi porsi di bulan suci ini? Jangan sampai di bulan penuh berkah ini ada yang berlomba mencari keberkahan, sementara ada juga yang justru berlomba meraut keuntungan,” tutupnya.

PB-HIPERMATA menegaskan bahwa kritik ini bukan untuk melemahkan program MBG, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial agar program yang bertujuan mulia tersebut tidak tercoreng oleh praktik-praktik yang merugikan siswa dan mencederai kepercayaan publik.

Check Also

Bapenda Takalar Tuai Pujian, Pelayanan Ramah dan Santun Bikin Wajib Pajak Nyaman

Bagikan    TAKALAR | POROSINFO.ID – Komitmen Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Takalar dalam menghadirkan pelayanan publik …

Bupati Takalar: Desa, Kecamatan, Kabupaten hingga Pusat Harus Satu Barisan dalam Tata Kelola Pemerintahan

Bagikan    TAKALAR | POROSINFO.ID – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah …

Bupati Takalar, Kodaeral VI Makassar dan Kaizen Collaborative Impact Perkuat Kolaborasi Edukasi AI dan Literasi Digital di Indonesia Timur

Bagikan    Komitmen memperkuat transformasi digital di Indonesia Timur terus diwujudkan melalui sinergi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten …

Semarakkan HUT RI ke-81, Diskominfo Takalar Pasang Ratusan Umbul-Umbul di Jalan Poros dan Destinasi Wisata

Bagikan    TAKALAR | POROSINFO.ID – Menjelang Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Dinas …

Bupati Takalar Ajak Kepala Desa Perkuat Integritas Lewat Penandatanganan SKTJM

Bagikan    POROSINFO.ID, Takalar – Pemerintah Kabupaten Takalar terus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *