Tambang Pasir di Sungai Parangloe Diduga Ilegal, Aktivitas Pengerukan Masih Berjalan Tanpa Sentuhan Hukum

Bagikan

GOWA,porosinfo.id. – Aktivitas pertambangan galian C berupa pengerukan pasir di bantaran Sungai Parangloe, Kabupaten Gowa, kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, kegiatan eksploitasi yang diduga tidak mengantongi izin resmi (ilegal) tersebut terpantau masih beroperasi dengan bebas tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum setempat.

​Berdasarkan penelusuran di lapangan per Sabtu (13/6/2026), tampak alat berat dan sejumlah armada pengangkut masih melakukan aktivitas pengerukan material di area sungai. Aktivitas yang diduga dilakukan secara masif ini disinyalir dikelola oleh pihak yang dikenal dengan nama Karaeng Lira.

​Keberadaan tambang ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait dampak kerusakan lingkungan, mulai dari ancaman abrasi, pendangkalan sungai, hingga kerusakan infrastruktur jalan di sekitar area tersebut akibat mobilitas kendaraan berat yang melintas setiap hari.

​Kepatuhan Terhadap Regulasi
Kegiatan pertambangan ilegal merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Dalam aturan tersebut, setiap badan usaha atau perseorangan yang melakukan kegiatan usaha pertambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dapat dipidana dengan ancaman penjara serta denda miliaran rupiah.

​Selain itu, aktivitas di bantaran sungai juga semestinya mematuhi aturan ketat mengenai pengelolaan wilayah sungai dan perlindungan lingkungan hidup agar tidak merugikan masyarakat sekitar.

​Hingga berita ini diturunkan, pengelola tambang yang bersangkutan, yakni Karaeng Lira, belum dapat dikonfirmasi. Upaya komunikasi yang dilakukan tim redaksi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat belum mendapatkan respons.
​Demi menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan prinsip keberimbangan informasi, redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab. Pihak pengelola dapat menghubungi redaksi untuk memberikan keterangan resmi terkait legalitas operasional maupun tanggapan atas sorotan publik ini.

​Redaksi akan terus memantau perkembangan di lapangan dan berharap aparat penegak hukum segera melakukan verifikasi serta mengambil langkah tegas jika ditemukan adanya pelanggaran hukum di lokasi tersebut.

(**)

Check Also

Bocoran Spesifikasi Huawei Pura 90 Plus Terungkap Lewat Unit Pajangan, Pakai Chipset Baru Kirin 9025!

Bagikan    Halo pembaca porosinfo.id, kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi Huawei. Meski belum resmi merilis spesifikasi …

Perkuat Kemanunggalan TNI‑Rakyat, Pembangunan RTLH Sasaran 3 TMMD ke‑130 Dimulai

Bagikan    MAMUJU, Porosinfo.id – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke‑130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1418/Mamuju telah memulai pembangunan Rumah Tidak …

Alumni 1997 Matangkan Pelantikan Pengurus IKA SMPN 21 Makassar

Bagikan    MAKASSAR,porosinfo.id.— Panitia Pelaksana Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni (IKA) SMP Negeri 21 Makassar mulai mematangkan berbagai …

Sinergi TNI dan Masyarakat, TMMD ke 130 Kodim 1418/Mamuju Genjot Pengecoran Jalan, Akses dan Ekonomi Warga Semakin Terbuka

Bagikan    MAMUJU, Porosinfo.id — Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 TA 2026 Kodim 1418/Mamuju terus …

Tragedi Terkam Buaya di Sungai Lariang, Polsek Baras Hadir di Rumah Duka dan Ingatkan Keselamatan Warga

Bagikan    PASANGKAYU, Porosinfo.id — Jajaran Polsek Baras mendatangi rumah duka seorang warga yang meninggal dunia akibat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *