Tempat Tunggu Kelahiran, Upaya Pemkab Pasangkayu Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Bagikan

Pasangkayu, Porosinfo.id – Pemerintah Kabupaten Pasangkayu melalui Dinas Kesehatan terus berupaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di wilayahnya. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menyediakan fasilitas Tempat Tunggu Kelahiran (TTK), guna memastikan setiap persalinan ditangani di fasilitas kesehatan yang memadai dan aman.

Tempat Tunggu Kelahiran merupakan hunian sementara yang berlokasi strategis, berdekatan dengan Puskesmas maupun Rumah Sakit. Fasilitas ini disiapkan khusus bagi ibu hamil dan pendampingnya untuk tinggal beberapa hari menjelang persalinan, maupun pasca melahirkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Ka Dinkes) Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar), Drg Rukman, saat diwawancarai Rabu (20/05/2026) menyampaikan, tujuan utama program ini adalah meningkatkan keselamatan ibu dan bayi melalui pemanfaatan fasilitas kesehatan. Secara khusus, TTK ditujukan untuk memfasilitasi ibu hamil berisiko tinggi atau mereka yang tinggal jauh dari pusat pelayanan kesehatan, agar tidak kesulitan saat waktu persalinan tiba.

“Di TTK, kami menyediakan kebutuhan dasar seperti konsumsi makan dan minum secara gratis selama masa tinggal. Selain itu, tempat ini juga berfungsi untuk meningkatkan kesiapan mental dan fisik ibu menghadapi persalinan, serta memudahkan akses bagi ibu yang bayinya sedang menjalani perawatan di ruang NICU,” ungkapnya.

Sasaran dan Ketentuan Penggunaan Fasilitas ini diprioritaskan bagi :

1. Ibu hamil dengan risiko kesehatan tinggi;

2. Ibu hamil yang mendekati hari perkiraan lahir;

3. Ibu hamil yang tempat tinggalnya jauh dari fasilitas kesehatan;

4. Ibu nifas yang bayinya sedang dirawat di NICU.

Rukman kembali menjelaskan, Ibu dan pendamping dapat menempati TTK selama 3 hingga 5 hari sebelum masuk ke fasilitas kesehatan, serta 3 hingga 5 hari setelah keluar dari perawatan untuk masa pemulihan atau menunggu jadwal kontrol. Seluruh layanan dan fasilitas yang ada di dalamnya diberikan secara gratis dan tidak dipungut biaya sepeser pun.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya ibu hamil yang tinggal di pelosok atau jauh dari akses kesehatan, untuk memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya. Bagi yang membutuhkan informasi lebih lanjut, warga dapat menghubungi penanggung jawab Tempat Tunggu Kelahiran melalui kontak yang telah disediakan.

“Program ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi di Pasangkayu,” tegas Rukman.

Check Also

Polresta Gowa Musnahkan 500 Liter Miras Tradisional Ballo demi Jaga Kamtibmas

Bagikan    GOWA,porosinfo.id.– Langkah nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus digalakkan oleh Polresta Gowa. …

Gugurnya 5 Jurnalis: Wawan Nur Rewa Ingatkan Perusahaan Pers Wajib Lindungi Pekerja di Area Risiko Tinggi

Bagikan    GOWA,porosinfo.id. — Gugurnya lima jurnalis saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau memantik duka mendalam sekaligus …

Kasat Lantas Polres Gowa Tegaskan Perkara Kecelakaan di Bontomarannu Sudah Tahap Penahanan

Bagikan      GOWA, porosinfo.id. – Merespons aspirasi pihak keluarga korban serta pemberitaan media terkait penanganan kecelakaan …

Kejari Gowa Usut Dugaan Pengendapan Dana BPJS Nakes RSUD Syekh Yusuf Senilai Rp 8 Miliar

Bagikan    GOWA,porosinfo.id. – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa tengah mendalami dugaan pengendapan dana BPJS untuk tenaga kesehatan …

Dua Bulan Pasca-Kecelakaan Maut di Gowa: Keluarga Korban Protes Pelaku dan Kendaraan Belum Ditahan

Bagikan    GOWA,porosinfo.id.– Dua bulan pasca-kecelakaan maut yang merenggut nyawa Mustapa Dg Ngasi, pihak keluarga korban melayangkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *