Berkedok Fasilitas, SMPN 45 Makassar Diduga Bebani Siswa Pungutan Kipas Angin dan Ikan Hias

Bagikan

MAKASSAR,porosinfo.ie.– Dunia pendidikan di Kota Makassar kembali tercoreng oleh dugaan praktik pungutan liar (pungli) berkedok pengadaan fasilitas sekolah. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada SMPN 45 Makassar. Pihak sekolah diduga kuat membebankan sejumlah biaya kepada para siswa demi mendanai pengadaan kipas angin hingga pembuatan kolam ikan di lingkungan sekolah.

Berdasarkan informasi dan keluhan yang dihimpun dari orang tua siswa, setiap pelajar diwajibkan membayar uang tunai senilai Rp15.000. Beban tersebut ternyata belum cukup. Para siswa juga dipaksa membawa dan membeli ikan hias sendiri dari luar untuk mengisi kolam ikan baru yang dibangun oleh pihak sekolah.

Modus Berkelanjutan di Tahun Ajaran Baru

Bukan sekadar masalah kipas angin dan kolam ikan, keresahan mendalam kini menghantui para orang tua murid. Muncul indikasi kuat bahwa pungutan serupa tidak akan berhenti sampai di sini. Seiring berjalannya tahun ajaran baru, pihak sekolah dikabarkan bakal terus menuntut sumbangan-sumbangan lain dari kantong siswa demi melengkapi berbagai pengadaan fasilitas sekolah secara bertahap.

Langkah pihak Sekolah diduga menabrak aturan Permendikbud RI Nomor 44 Tahun 2012 yang melarang keras sekolah negeri memungut biaya operasional maupun sarana prasarana yang bersifat wajib dan mengikat kepada peserta didik.

Pertanyaan Besar: Dikemanakan Dana BOS?

Kasus ini menyisakan pertanyaan besar dari publik dan para orang tua murid: Dikemanakan alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan pemerintah?Sesuai petunjuk teknis, Dana BOS seharusnya digunakan sepenuhnya untuk membiayai operasional sekolah, termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana.

Pengadaan fasilitas standar seperti alat pendingin ruang kelas (kipas angin) semestinya sudah masuk dalam perencanaan anggaran sekolah, bukan justru dibebankan kepada siswa dengan nominal yang dipatok seragam.Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak

Redaksi media ini menunggu dan membuka ruang hak jawab terkait pemberitaan ini kepada Kepala Sekolah SMPN 45 Makassar serta Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban atas kebijakan yang dinilai mencederai prinsip pendidikan gratis tersebut.

Publik mendesak pihak inspektorat dan aparat penegak hukum segera turun tangan mengaudit transparansi anggaran di SMPN 45 Makassar. (Red)

Check Also

Bocoran Spesifikasi Huawei Pura 90 Plus Terungkap Lewat Unit Pajangan, Pakai Chipset Baru Kirin 9025!

Bagikan    Halo pembaca porosinfo.id, kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi Huawei. Meski belum resmi merilis spesifikasi …

Perkuat Kemanunggalan TNI‑Rakyat, Pembangunan RTLH Sasaran 3 TMMD ke‑130 Dimulai

Bagikan    MAMUJU, Porosinfo.id – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke‑130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1418/Mamuju telah memulai pembangunan Rumah Tidak …

Alumni 1997 Matangkan Pelantikan Pengurus IKA SMPN 21 Makassar

Bagikan    MAKASSAR,porosinfo.id.— Panitia Pelaksana Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni (IKA) SMP Negeri 21 Makassar mulai mematangkan berbagai …

Sinergi TNI dan Masyarakat, TMMD ke 130 Kodim 1418/Mamuju Genjot Pengecoran Jalan, Akses dan Ekonomi Warga Semakin Terbuka

Bagikan    MAMUJU, Porosinfo.id — Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 TA 2026 Kodim 1418/Mamuju terus …

Tragedi Terkam Buaya di Sungai Lariang, Polsek Baras Hadir di Rumah Duka dan Ingatkan Keselamatan Warga

Bagikan    PASANGKAYU, Porosinfo.id — Jajaran Polsek Baras mendatangi rumah duka seorang warga yang meninggal dunia akibat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *