Jelang Konferensi, Forum Penyelamat PWI Sulsel Gelar Aksi Damai Ini Alasannya

Bagikan

MAKASSAR,porosinfo.id.— Atmosfer menjelang Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan yang dijadwalkan pada Juni mendatang kian memanas. Krisis kepercayaan di internal organisasi memicu gelombang protes dari puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Penyelamat PWI Sulawesi Selatan. Mereka turun ke jalan menggelar aksi damai di depan Monumen Mandala, Makassar, Senin (25/5/2026), demi menuntut pembenahan total dan menjaga independensi organisasi.

Aksi unjuk rasa ini menjadi sorotan tajam karena secara terang-terangan membongkar riak-riak konflik kepemimpinan di tubuh PWI Sulsel. Kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, dinilai oleh massa aksi justru memicu polemik yang menggerus legitimasi organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut.
Koordinator Lapangan Forum Penyelamat PWI Sulsel, Arfandy Palallo, menegaskan bahwa kondisi internal organisasi saat ini sudah berada di titik krusial. Kepercayaan anggota goyah akibat rentetan rekam jejak kepengurusan yang dinilai bermasalah.
“Kondisi organisasi saat ini berada di titik krusial. Kepercayaan terhadap kepengurusan PWI Sulsel terganggu akibat sejumlah persoalan,” ujar Arfandy dalam orasinya di tengah riuh massa aksi.
Secara spesifik, Forum Penyelamat PWI Sulsel mengungkit sejumlah catatan minor yang melekat pada sang Plt Ketua. Mulai dari riwayat sanksi skorsing di internal PWI, status hukum yang pernah dihadapi, hingga dugaan keterlibatan dalam polemik kepemilikan aset eks Gedung PWI Sulsel. Tidak hanya itu, mereka juga menyuarakan penolakan keras terhadap praktik “sistem dinasti” yang dinilai mulai mengakar dalam kepengurusan regional.
Tiga Tuntutan dan Ultimatum 2×24 Jam:
Demi menyelamatkan marwah organisasi jelang suksesi kepemimpinan bulan depan, forum tersebut melayangkan tiga tuntutan utama kepada pengurus PWI Pusat:
Copot Zulkifli Gani Ottoh dari jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Sulsel.
Hadirkan Tim Pengurus PWI Pusat yang Netral dan bersih dari segala bentuk konflik kepentingan guna mengawal transisi.
Jamin Pelaksanaan Konferensi PWI Sulsel agar berjalan secara jujur, adil, terbuka, dan demokratis tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
Tak main-main, Forum Penyelamat PWI Sulsel memberikan tenggat waktu yang sangat ketat bagi jajaran pengurus di Jakarta untuk mengambil tindakan nyata.
“Kami beri waktu 2×24 jam kepada PWI Pusat untuk merespons tuntutan kami. Jika tidak ada langkah konkret, kami akan menurunkan massa yang lebih besar,” tegas Arfandy memberikan ultimatum.
Aksi damai ini menjadi sinyal kuat bahwa arus bawah wartawan di Sulawesi Selatan menginginkan adanya angin perubahan. Independensi institusi pers menjadi harga mati yang harus dikembalikan menjelang momentum krusial Konferensi Provinsi mendatang. (Red)

Check Also

Kapolda Sulsel Irjen Awal Chairuddin Didesak Serius Benahi Tambang Ilegal di Gowa-Takalar

Bagikan    Sulsel,porosinfo.id – Tantangan berat menanti Kapolda Sulawesi Selatan yang baru dilantik, Irjen Pol Awal Chairuddin, …

Akun IG “Makassar Terekam”Akan Dilaporkan Polisi Karna Memposting Tuduhan A Nasrun Dg Tarang Danai Geng Motor

Bagikan    MAKASSAR,porosinfo.id. – Sebuah akun Instagram Makassar Terekam menjadi sorotan setelah mengunggah konten berupa peta konflik …

Sorotan Tajam Publik: Kenaikan Status Menjadi Polresta Gowa Diduga Belum Diikuti Perbaikan Kinerja Hukum

Bagikan    GOWA,porosinfo.id.– Kenaikan status Kepolisian Wilayah Hukum Kabupaten Gowa dari Polres menjadi Polresta Gowa tampaknya masih …

Bupati Takalar Kirim Bantuan Darurat ke Warga Bila Bilaya Terdampak Kebakaran

Bagikan    Takalar,porosinfo.id.— Pemerintah Kabupaten Takalar bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat kepada korban kebakaran di Dusun Bila …

Sentuhan Humanis Kapolresta Gowa: Ajak Tahanan Jadikan Masa Lalu Pelajaran Hidup

Bagikan    Gowa,porosinfo.id .- Di balik jeruji, Kapolresta Gowa titip pesan: jadikan kesalahan sebagai pelajaran. Di balik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *