Masuk DPO 7 Bulan, Pelaku Penganiayaan Berat di Takalar Diciduk Polisi

Bagikan

TAKALAR | POROS INFO.ID – Setelah sempat menjadi buronan selama kurang lebih tujuh bulan, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Galesong Utara (Galut), Polres Takalar, akhirnya berhasil mengamankan seorang pria lanjut usia berinisial MU (72),pelaku penganiayaan berat terhadap majikannya sendiri.

Pelaku ditangkap oleh Tim Reskrim Polsek Galut yang dipimpin Kanit Reskrim, Ipda Asrianto Salam, S.H., usai dilakukan serangkaian penyelidikan intensif berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/100/X/2025/SPKT SEK GALUT.

Penangkapan berlangsung pada Jumat (24/04/2026) dini hari di Dusun Kampuang Tangnga, Desa Aeng Batu-batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu bilah parang yang diduga digunakan pelaku saat melakukan aksinya.

“Pelaku telah lama menjadi buronan dan akhirnya berhasil kami amankan tanpa perlawanan setelah mengetahui keberadaannya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Galut.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Ia nekat melakukan penganiayaan terhadap korban, Muhammad Wahyudi (38), karena merasa kesal terkait gaji yang belum dibayarkan.

Peristiwa bermula saat korban datang ke lokasi menggunakan sepeda motor untuk menemui pelaku. Saat bertemu, pelaku langsung menagih gaji yang dianggap belum dibayarkan.

Korban sempat memberikan penjelasan, namun pelaku tidak menerima dan emosinya memuncak. Dalam kondisi tersebut, pelaku kemudian mengambil parang yang terselip di pinggangnya dan langsung mengayunkannya ke arah korban.

Korban sempat berusaha menghindar, namun sabetan parang tetap mengenai tangan kanan korban. Akibatnya, korban mengalami luka bacok serius hingga menyebabkan beberapa jari tangan kanan putus.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian hingga akhirnya pelaku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama tujuh bulan.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Galesong Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) dan (2) KUHP lama juncto Pasal 466 ayat (1) dan (2) KUHP baru tentang penganiayaan berat, dengan ancaman pidana penjara.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar menyelesaikan setiap persoalan secara bijak dan tidak menggunakan kekerasan yang dapat merugikan semua pihak.

LP : WiraEsa/JKN

Check Also

Bocoran Spesifikasi Huawei Pura 90 Plus Terungkap Lewat Unit Pajangan, Pakai Chipset Baru Kirin 9025!

Bagikan    Halo pembaca porosinfo.id, kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi Huawei. Meski belum resmi merilis spesifikasi …

Perkuat Kemanunggalan TNI‑Rakyat, Pembangunan RTLH Sasaran 3 TMMD ke‑130 Dimulai

Bagikan    MAMUJU, Porosinfo.id – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke‑130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1418/Mamuju telah memulai pembangunan Rumah Tidak …

Alumni 1997 Matangkan Pelantikan Pengurus IKA SMPN 21 Makassar

Bagikan    MAKASSAR,porosinfo.id.— Panitia Pelaksana Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni (IKA) SMP Negeri 21 Makassar mulai mematangkan berbagai …

Sinergi TNI dan Masyarakat, TMMD ke 130 Kodim 1418/Mamuju Genjot Pengecoran Jalan, Akses dan Ekonomi Warga Semakin Terbuka

Bagikan    MAMUJU, Porosinfo.id — Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 TA 2026 Kodim 1418/Mamuju terus …

Tragedi Terkam Buaya di Sungai Lariang, Polsek Baras Hadir di Rumah Duka dan Ingatkan Keselamatan Warga

Bagikan    PASANGKAYU, Porosinfo.id — Jajaran Polsek Baras mendatangi rumah duka seorang warga yang meninggal dunia akibat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *