Dugaan Penyekapan Serta Penganiayaan Karyawan oleh Direksi Perusahaan, Korban Dipaksa Mengaku Mencuri Di bawah Ancaman Senjata Tajam

Bagikan

MAKASSAR,porosinfo.id. – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat menimpa seorang karyawan bernama Sahril di sebuah kompleks perumahan elit di wilayah hukum Polsek Panakkukang. Korban diduga disekap selama enam jam dan dianiaya secara brutal oleh jajaran direksi CV Amelia Sukses Abadi (Amelia Logistic) untuk memaksa pengakuan sepihak.

Peristiwa bermula pada tanggal 21 malam, saat Sahril dipanggil menghadap oleh pimpinan perusahaan, berinisial ibu A, di sebuah rumah di kompleks elit kawasan Panakkukang. Namun, setibanya di lokasi, korban justru disekap dari pukul 22.00 WITA hingga pukul 04.00 WITA dini hari berikutnya.Selama penyekapan, korban dianiaya secara bersama-sama oleh sejumlah direksi perusahaan, termasuk terduga pelaku inisial  UA, Y, dan Ibu A sendiri.
Korban dipukul pada kepala dan badan dan juga ditendang pada bagian kemaluan, serta diancam menggunakan senjata tajam. Kekerasan ini dilakukan demi memaksa Sahril menandatangani surat pengakuan pencurian dana perusahaan senilai hampir Rp200 juta.Ironisnya, aksi penganiayaan ini sengaja direkam video oleh salah satu pelaku. Rekaman tersebut kemudian diunggah ke grup internal perusahaan dengan tujuan untuk mengintimidasi dan menakut-nakuti karyawan lainnya.

Bukti digital rekaman video ini kini menjadi salah satu bukti kuat bagi korban.Penderitaan korban tidak berhenti di situ. Pasca-penyekapan, Sahril terus menerima teror dan ancaman keselamatan melalui pesan singkat dari salah satu direksi yang berbunyi, “Kuhantamko sahril sakit sekali hatiku sm kau”. Tidak hanya menyasar Sahril, pelaku juga melontarkan ancaman yang mengancam keselamatan anak korban.Kasus ini telah dilaporkan secara resmi dan tengah bergulir di Polsek Panakkukang.

Sahril bersama keluarganya sangat berharap agar pihak kepolisian memberikan atensi penuh terhadap kasus ini demi tegaknya keadilan hukum dan perlindungan bagi korban.

Sementara itu redaksi media ini persoalan yang disampaikan dalam pemberitaan ini. Redaksi porosinfo.id tetap membuka ruang hak jawab pihak terkait, salah satu pelaku berinisial UA membantah bahwa tidak ada penyekapan dan lokasi perumahan itu sendiri termasuk kantor manajemen HRd  lalu tidak ada penganiayaan kami hanya  pertemuan tanya jawab terkait perbuatan Syahril yang diduga lakukan penggelapan dana selaku staf pemasaran.tutup UA saat dijumpai salah satu kafe yang ada dimakassar.

Lp(Mss)

Check Also

Bentengi Pelajar dari Perundungan, Kejari Gowa Serukan Sekolah Bebas Kekerasan

Bagikan    Gowa, Sulawesi Selatan,porosinfo.id.- Kejaksaan Negeri Gowa kembali melaksanakan kegiatan edukasi hukum melalui Program Jaksa Masuk …

Di Puncak HUT TNI AL ke-81, Danposal Pasangkayu Tekankan Pentingnya Sinergitas Bersama Insan Pers

Bagikan    PASANGKAYU, Porosinfo.id — Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut, …

Viral di TikTok! Dugaan BBM Subsidi di SPBU Panaikang Takalar, Eks Operator DM Disorot: Siapa yang Menyuruh?

Bagikan    TAKALAR | POROSINFO.ID — Dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kembali menjadi sorotan …

Diperiksa Penyidik, Ramli : Ingin Keadilan Terang, Bukan Konfrontasi di Luar Jalur Hukum

Bagikan    MAKASSAR , Porosinfo.id — Penyidik Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar mulai memeriksa pelapor dan saksi dalam …

Diduga Akali Warga dengan Papan Informasi, Operator SPBU Panaikang Takalar Malah Isi Jerigen

Bagikan    TAKALAR | POROSINFO.ID — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar di Kabupaten Takalar, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *