BONGKAR! Dugaan Skandal Pelanggaran Resmob Polresta Gowa: Kerap Beroperasi Tanpa SP Kap, Piara ‘Sel Gelap’ di Posko

Bagikan

GOWA,porosinfo.id. – Redaksi media ini secara resmi membongkar temuan hasil investigasi dugaan praktik lancung dan ugal-ugalan yang diduga kuat kerap dipertontonkan oleh Tim Resmob Polresta Gowa dalam menjalankan tugasnya.

Di bawah komando Kanit Resmob IPDA Andi Muhammad Alfian, S.H., tim pemukul ini dituding sengaja menabrak hukum dan menjadikan Standar Operasional Prosedur (SOP) kepolisian sebagai pajangan semata.Investigasi mendalam yang dilakukan redaksi mengungkap fakta mengejutkan.

Tim Resmob Polresta Gowa disinyalir kuat kerap melakukan aksi penangkapan ‘koboi’ tanpa mengantongi dokumen Surat Perintah Penangkapan (SP Kap) yang sah. Tindakan liar ini jelas melanggar hukum acara pidana, mengingat SP Kap adalah dokumen sakral yang wajib memuat identitas jelas serta Tempat Pemeriksaan—yakni kantor kepolisian resmi tempat tersangka menjalani proses hukum, bukan posko liar.

Temuan Fatal: Praktik di Posko Resmob terjadi Pelanggaran paling mengerikan dan terstruktur yang berhasil diendus redaksi adalah keberadaan sel penahanan informal alias ‘sel gelap’ di dalam Posko Resmob Polresta Gowa.

Keberadaan ruang kurung ilegal di posko tak resmi ini murni merupakan pembangkangan terhadap prosedur hukum positif di Indonesia.

Pengoperasian sel informal ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan ancaman serius yang berdampak sistemik karena melahirkan Lahan Subur Pelanggaran HAM.

Menaruh tersangka di sel tidak resmi sangat rawan memicu tindakan kekerasan fisik, penyiksaan, dan intimidasi psikologis di luar batas kemanusiaan.Sengaja Menghindar dari Pengawasan: Ruang isolasi liar ini sengaja didesain untuk menjauhkan tersangka dari pantauan publik serta kontrol ketat internal institusi Polri (Propam).

Pemberangusan Hak Tersangka: Tersangka sengaja diputus aksesnya dari luar, termasuk hak mendasar untuk didampingi oleh Penasihat Hukum (Advokat).

Kencingi Perkap No. 4 Tahun 2015! Praktik liar penyediaan sel tahanan di Posko Resmob Polresta Gowa ini menjadi bukti nyata adanya pembangkangan terhadap Peraturan Kapolri (Perkap) No. 4 Tahun 2015 tentang Perawatan Tahanan di Lingkungan Polri.

Regulasi tegas menyatakan bahwa fasilitas penahanan harus memenuhi standar kelayakan, kesehatan manusiawi, dan wajib di bawah kendali fungsi Tahti (Tahanan dan Barang Bukti) resmi.Dengan kata lain, Tim Resmob Polresta Gowa diduga kuat telah mengencingi Perkap No. 4 Tahun 2015. Posko Resmob sama sekali tidak memiliki legalitas yuridis untuk menyekap atau menahan seseorang.

Hingga berita ini diturunkan redaksi saat ini terus memburu dan mendesak konfirmasi resmi dari Kasat Reskrim dan Kanit Resmob Polresta Gowa.

Lp(**)

Check Also

Bocoran Spesifikasi Huawei Pura 90 Plus Terungkap Lewat Unit Pajangan, Pakai Chipset Baru Kirin 9025!

Bagikan    Halo pembaca porosinfo.id, kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi Huawei. Meski belum resmi merilis spesifikasi …

Perkuat Kemanunggalan TNI‑Rakyat, Pembangunan RTLH Sasaran 3 TMMD ke‑130 Dimulai

Bagikan    MAMUJU, Porosinfo.id – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke‑130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1418/Mamuju telah memulai pembangunan Rumah Tidak …

Alumni 1997 Matangkan Pelantikan Pengurus IKA SMPN 21 Makassar

Bagikan    MAKASSAR,porosinfo.id.— Panitia Pelaksana Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni (IKA) SMP Negeri 21 Makassar mulai mematangkan berbagai …

Sinergi TNI dan Masyarakat, TMMD ke 130 Kodim 1418/Mamuju Genjot Pengecoran Jalan, Akses dan Ekonomi Warga Semakin Terbuka

Bagikan    MAMUJU, Porosinfo.id — Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 TA 2026 Kodim 1418/Mamuju terus …

Tragedi Terkam Buaya di Sungai Lariang, Polsek Baras Hadir di Rumah Duka dan Ingatkan Keselamatan Warga

Bagikan    PASANGKAYU, Porosinfo.id — Jajaran Polsek Baras mendatangi rumah duka seorang warga yang meninggal dunia akibat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *