Terapkan Teknologi Tepat Guna, Mahasiswa KKN Tematik Unhas Sukses Edukasi Warga Desa Bonto Rannu Olah Limbah Jagung Jadi Pupuk Cair

Bagikan

𝐁𝐀𝐍𝐓𝐀𝐄𝐍𝐆 | 𝐏𝐨𝐫𝐨𝐬𝐢𝐧𝐟𝐨.𝐢𝐝 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) fokus wilayah Desa Bonto Rannu sukses menggelar workshop inovasi pertanian berkelanjutan. Melalui pelaksanaan program kerja individu Pemanfaatan Limbah Jagung menjadi Pupuk Organik Cair (POC) sebagai solusi Pertanian Berkelanjutan berbasis Zero Waste di Desa Bonto Rannu, Rizka Zahra Ramadhani selaku mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah Unhas mengedukasi masyarakat lokal untuk mengonversi residu biomassa jagung menjadi Pupuk Organik Cair (POC) kaya nutrisi berbasis prinsip zero waste.

Kecamatan Uluere, khususnya wilayah Desa Bonto Rannu, merupakan salah satu kawasan agroekosistem potensial dengan komoditas andalan utama berupa jagung. Namun, tingginya hasil panen memicu penumpukan sisa biomassa kering seperti tongkol, klobot, serta batang pascapanen yang selama ini hanya dibakar secara terbuka (open burning) di ladang warga. Padahal, sisa pertanian yang membusuk liar tanpa kontrol sanitasi berisiko menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sumber penyakit. Selain itu, pembakaran terbuka juga dapat mendegradasi agregat fisik tanah perakaran serta melepaskan emisi karbon berbahaya ke atmosfer.
“Melalui tinjauan ilmu kimia tanah, limbah jagung ini sebenarnya menyimpan akumulasi unsur hara makro Kalium (K) yang sangat melimpah untuk fase pembuahan tanaman,” ujar Rizka Zahra Ramadhani dalam pemaparan materinya.

“Sebagai bagian dari program KKN Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna, kami menghadirkan solusi murah dan mudah diaplikasikan berupa teknik fermentasi anaerob menggunakan bioaktivator EM4 dan air cucian beras. Dengan prinsip zero waste, cairan jernih hasil penyaringan digunakan sebagai pupuk cair, sedangkan ampas padatnya dikembalikan lagi ke lahan sebagai humus penyubur tanah, sehingga tidak ada material yang terbuang sia-sia.”

Kegiatan workshop dan demonstrasi plot (demplot) alih teknologi ini disambut antusias oleh puluhan perwakilan Tokoh Tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta jajaran pemerintah desa setempat. Warga dilibatkan secara aktif dari hulu ke hilir, mulai dari proses pencacahan mekanis bahan 1–2 cm, teknik aktivasi mikroba pengurai selama 10–15 menit, hingga prosedur penguncian reaktor jeriken kedap udara demi menjaga kualitas retensi kandungan nitrogen larut agar tidak menguap ke atmosfer.

Pemerintah Desa Bonto Rannu memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program KKN Tematik ini. Kehadiran produk POC berbasis bahan baku lokal gratis ini dinilai menjadi jalan keluar taktis bagi para petani di tengah fluktuasi harga dan kelangkaan pasokan pupuk kimia sintetis seperti Urea dan Phonska di pasaran. Aplikasi teratur pupuk cair organik terbukti mampu merangsang pertumbuhan organ tanaman sekaligus memperbaiki kapasitas infiltrasi biologi tanah yang sempat mengeras.

Melalui pelaksanaan KKN Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna ini, diharapkan kelompok tani di Desa Bonto Rannu mampu mandiri dalam memproduksi pupuk organik cair secara swadaya, guna memangkas beban biaya operasional usaha tani sekaligus merawat kelestarian lahan pertanian di Kabupaten Bantaeng secara berkelanjutan.

Check Also

Uji Publik Ranperbup Penanggulangan Bencana 2026-2030, Pasangkayu Wujudkan Daerah Tangguh dan Berkelanjutan

Bagikan    PASANGKAYU, Porosinfo.id – Pemerintah Kabupaten Pasangkayu melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah menyelenggarakan kegiatan Uji Publik …

PPA Polresta Gowa Diminta Serius Tangani Pengeroyokan Anak Dibawah Umur

Bagikan    Gowa,porosinfo sejak berubah menjadi kantor polisi tipe A Polresta Gowa terus mulai telihay kinerja buruknya  …

Diduga Tabrak SOP, Upaya Penangkapan Resmob Polresta Gowa Diproteks Hukum

Bagikan    Diduga Tabrak SOP, Upaya Penangkapan Resmob Polres Gowa Diproteks Hukum MAKASSAR, 8 Juli 2026 – …

Seluruh 9 Fraksi DPRD Takalar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Tekankan Kolaborasi dan Terobosan Hadapi Keterbatasan Anggaran

Bagikan    TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar menggelar Rapat Paripurna dengan …

Di Hadapan Anggota DPRD, Bupati Takalar Daeng Manye Paparkan Strategi Hadapi Keterbatasan Fiskal Daerah

Bagikan    TAKALAR | KHATULISTIWA.MEDIA – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, memaparkan berbagai strategi Pemerintah Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *