Amsar M

Takziah Malam Pertama di Kediaman Duka, Hajra Dg. Sakking Dikenang Sosok Bersahaja

TAKALAR | POROS INFO.ID – Takziah malam pertama atas wafatnya Almarhuma Hajra Dg. Sakking, istri dari Mansur Dg. Gassing wartawan media POROSINFO.ID, digelar dengan suasana haru di kediaman duka pada Selasa malam, 30 Juli 2025.

Kehadiran keluarga, kerabat, tetangga, dan sahabat almarhuma turut mengiringi malam penuh doa dan duka, sebagai bentuk penghormatan terakhir atas kepergian sosok yang dikenal lembut dan bersahaja tersebut.

Rangkaian acara takziah diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dg. Romba, yang dilantunkan dengan penuh khidmat. Suasana hening malam seakan menyatu dengan lantunan ayat yang menggetarkan hati, menambah khusyuk nuansa duka yang dirasakan bersama.

Sebagai pengisi tausiyah, Ustadz Sija hadir memberikan ceramah yang menyejukkan hati para pelayat. Dalam pesannya, beliau mengajak semua untuk bersabar, ikhlas, dan senantiasa mendoakan kebaikan bagi almarhuma agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Kematian adalah kepastian. Yang hidup hendaknya memperbanyak doa dan amal saleh sebagai bukti cinta yang sejati,” ujar Ustadz Sija dalam ceramahnya yang penuh makna.

Takziah malam pertama ini pun menjadi ruang silaturahmi sekaligus momen perenungan iman bagi semua yang hadir. Ucapan duka dan doa mengalir dari berbagai pihak, menunjukkan betapa almarhuma semasa hidupnya telah meninggalkan kesan baik di hati banyak orang.

Di akhir acara, keluarga besar almarhuma, terutama sang suami Mansur Dg. Gassing, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan doa dari para tamu yang menjadi penguat dalam menghadapi hari-hari kehilangan yang berat ini.

 

Lapas Takalar Resmi Buka Program Rehabilitasi 2025, Fokus Pulihkan Warga Binaan dari Ketergantungan Narkoba

TAKALAR | POROS INFO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar resmi membuka Program Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2025 Gelombang Pertama. Program ini dirancang untuk membantu warga binaan pulih dari ketergantungan narkoba, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dan pembinaan kepribadian selama menjalani masa pidana.

Pembukaan program dilangsungkan di aula Lapas Takalar dan dihadiri langsung oleh Ketua Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Takalar, Dr. H. Hengky Yasin. Sebanyak 50 warga binaan terpilih mengikuti program intensif ini selama 30 hari, yang mencakup kegiatan pembinaan mental, peningkatan spiritual, hingga pelatihan keterampilan kerja.

Untuk memastikan keberhasilan program, Lapas Takalar bekerja sama dengan sejumlah mitra strategis, di antaranya Kementerian Agama, Wahdah Islamiyah, Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan, BNNK Takalar, serta Dinas Kesehatan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menciptakan rehabilitasi yang komprehensif dan berkelanjutan bagi para peserta.

Kepala Lapas Takalar, Mansur, menyampaikan bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak hanya bergantung pada aktivitas di dalam lapas, melainkan juga peran penting dari pihak luar.

“Dukungan dari konselor, keluarga, lembaga keagamaan, dan instansi terkait sangat dibutuhkan untuk memperkuat proses pemulihan warga binaan,” ungkapnya.

Mansur juga menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah membentuk pola pikir positif dan menjauhkan warga binaan dari kebiasaan buruk yang berhubungan dengan narkoba.

“Rehabilitasi ini akan meningkatkan produktivitas mereka, memberi wawasan baru, serta mempersiapkan mereka agar siap kembali ke masyarakat dengan mental dan keterampilan yang lebih baik,” pungkasnya.

Ketua Fraksi PKB DPRD Takalar Tinjau Langsung Pengawasan Pemerintahan Daerah Tahun 2025 Di Desa Banggae

TAKALAR | POROS INFO.ID – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Takalar, Habibie Abdullah, kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal jalannya pemerintahan yang transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Sebagai bagian dari tugas pengawasan tahun anggaran 2025, Habibie turun langsung ke lapangan untuk memantau pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah daerah di Desa Banggae, Kecamatan Mangarabombang, pada Rabu (30/07).

Langkah ini menjadi bagian dari fungsi legislatif yang tak hanya fokus pada penganggaran dan regulasi, tetapi juga memastikan bahwa setiap kegiatan pembangunan berjalan sesuai aturan dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.

Habibie menegaskan bahwa pengawasan bukan dimaknai sebagai upaya mencari kesalahan, melainkan sebagai sarana untuk mendorong peningkatan kinerja pemerintah demi kemajuan dan kesejahteraan daerah.

Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog langsung dengan masyarakat, Kepala Desa Banggae, kepala dusun, dan perangkat desa guna menyerap aspirasi terkait pelayanan publik, mulai dari proses pengajuan bantuan alat pertanian hingga kualitas infrastruktur yang didanai oleh APBD.

“Pengawasan seperti ini sangat penting agar DPRD tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi juga melihat langsung kondisi nyata di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Habibie Abdullah.

Melalui pengawasan yang aktif dan berkesinambungan, Fraksi PKB mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan daerah yang lebih akuntabel, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Habibie juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan dalam mengawasi jalannya pemerintahan, sebagai wujud kontrol sosial demi tercapainya pembangunan yang adil dan berkelanjutan di Kabupaten Takalar.

Dari Majelis Taklim hingga UMKM, Aspirasi Mengalir Saat Hj. Fadilah Reses di Banggae

TAKALAR | POROS INFO.ID – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi PKB, Hj. Fadilah Fahriana, kembali turun langsung menyapa masyarakat dalam kegiatan reses masa sidang III tahun anggaran 2024–2025. Kali ini, aspirasi warga Desa Banggae, Kecamatan Mangarabombang, menjadi perhatian utama legislator perempuan yang juga dikenal sebagai Srikandi PKB Sulsel ini, Selasa (29/07).

Kegiatan berlangsung di dusun Banggae yang di hadiri, Camat Mangarabombang, Kepala Desa Banggae, para Kepala Dusun dan tokoh masyarakat, Para Adik adik Mahasiswa KKN dari Universitas Hasanuddin beserta ratusan Warga Desa Banggae yang mayoritas Ibu-ibu rumah tangga yang mengikuti Reses titik yang terakhir di masa persidangan III tahun anggaran 2024-2025.

Kepala Desa Banggae, Faisal S.Pd.I, menyambut hangat kedatangan Hj. Fadilah. Ia menyebut bahwa sosok istri Wakil Bupati Takalar ini sudah sangat dikenal masyarakat dan diharapkan mampu membawa berkah serta solusi konkret atas berbagai persoalan yang dihadapi warganya. “Kehadiran ibu dewan bukan hal asing bagi kita, insya Allah akan membawa keberkahan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Camat Mangarabombang, Sudirman S.Sos,M.Si., ia menyebut kegiatan reses adalah bentuk tanggung jawab moral seorang wakil rakyat untuk menyerap aspirasi dan menjembatani kebutuhan masyarakat.

“Beliau hadir sebagai wakil rakyat dan istri Wakil Bupati. Ini kehormatan bagi kami, semoga banyak kebutuhan masyarakat Banggae yang bisa diperjuangkan,” kata Sudirman.

Dalam sambutannya, Hj. Fadilah Fahriana mengapresiasi semangat dan antusiasme warga, khususnya kaum ibu yang hadir dalam jumlah besar. Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan setiap aspirasi yang disampaikan, selama masih berada dalam kewenangannya di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. “Saya bangga ibu-ibu sangat aktif. Silakan sampaikan semua kebutuhan, insya Allah saya akan perjuangkan,” ucapnya.

Warga Desa Banggae pun tak menyia-nyiakan momen ini. Mereka mengusulkan pembangunan jalan tani di Dusun Jarangnika, bantuan alat pertanian seperti pompa racun dan pupuk, serta dukungan bagi pelaku UMKM. Tak hanya itu, ibu-ibu majelis taklim juga mengusulkan bantuan seragam, sementara kelompok perempuan lainnya berharap adanya pelatihan dan fasilitas usaha, seperti mesin jahit atau bantuan ternak bebek untuk menambah penghasilan keluarga.

Kegiatan reses ini tidak hanya menjadi wadah menyerap aspirasi, tetapi juga mempererat kedekatan emosional antara wakil rakyat dan konstituennya. Kehadiran Hj. Fadilah Fahriana di tengah masyarakat Desa Banggae menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan amanah dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,

Tragedi PSK di Kawasi: Desakan Tegas Penegakan Hukum atas Praktik Prostitusi

HALMAHERA SELATAN,POROSINFO – Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali diguncang peristiwa tragis yang menyita perhatian publik. Seorang pekerja seks komersial (PSK) dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian yang diduga erat kaitannya dengan praktik prostitusi yang marak di wilayah tersebut.

Kejadian ini tidak hanya menyentuh sisi kemanusiaan, tetapi juga mempertegas bahwa praktik prostitusi di Kawasi telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap keselamatan dan moralitas sosial.

Menanggapi hal tersebut, Jofi Cako—putra daerah Kawasi sekaligus praktisi hukum muda—menyampaikan desakan agar aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas,Senin (28/07).

Ia menilai, tragedi ini tidak bisa dipandang sebagai insiden biasa, melainkan sebagai akibat langsung dari pembiaran terhadap praktik prostitusi yang telah berlangsung lama di tengah masyarakat.

“Ini bukan lagi sekadar pelanggaran moral, tapi pelanggaran hukum yang telah merenggut nyawa. Negara tidak boleh diam,” ujarnya.

Jofi merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Halmahera Selatan Nomor 10 Tahun 2004 tentang Larangan Prostitusi, yang secara tegas menyatakan bahwa setiap bentuk praktik prostitusi, baik terselubung maupun terbuka, adalah perbuatan melawan hukum.

Selain itu, ia juga menyoroti Pasal 506 KUHP yang mengatur sanksi bagi pihak-pihak yang menarik keuntungan dari pelacuran, serta Pasal 412 KUHP baru yang memperluas jerat hukum terhadap semua pihak yang memfasilitasi pertemuan cabul, termasuk penyedia tempat maupun jaringan digital.

Ia menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh hanya menyasar pelaku langsung di lapangan. Menurutnya, pemilik tempat, pengelola layanan, bahkan pihak yang memfasilitasi melalui teknologi digital juga harus ditindak.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, serta perusahaan yang beroperasi di wilayah Obi, untuk bersama-sama menghentikan normalisasi terhadap praktik prostitusi yang merusak tatanan sosial.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Jika pembiaran terhadap praktik prostitusi terus berlangsung, maka masyarakat bukan hanya melanggar norma dan hukum, tetapi juga membuka ruang bagi jatuhnya korban jiwa berikutnya.

Sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan bersama seluruh pemangku kepentingan mengambil langkah nyata, terukur, dan menyeluruh untuk menghentikan praktik prostitusi dan memulihkan kembali nilai-nilai sosial, budaya, dan moral yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Kawasi.

Karang Taruna Gassing Gau Salurkan Bantuan Seragam Sekolah di Desa Moncongkomba

TAKALAR | POROS INFO.ID – Karang Taruna “Gassing Gau” kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa-siswi di wilayah Desa Moncongkomba, pada Senin (28/07).

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan sosial yang menyasar langsung kebutuhan dasar anak-anak usia sekolah.

Program ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memberikan semangat baru bagi anak-anak agar lebih giat dalam menempuh pendidikan. Dukungan ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi para siswa agar tidak putus sekolah dan tetap semangat dalam belajar.

Ketua Karang Taruna “Gassing Gau”, Muh. Yusuf, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam mendukung pemerataan akses pendidikan di desa.

“Kami melihat banyak anak-anak yang memiliki semangat besar untuk sekolah. Bantuan ini kami berikan agar mereka semakin termotivasi menuntut ilmu,” ujarnya saat penyerahan bantuan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Lapangan Desa Moncongkomba dan diterima langsung oleh sejumlah perwakilan siswa. Selain seragam, Karang Taruna juga membagikan paket alat tulis sebagai dukungan tambahan untuk mendukung proses belajar para siswa.

Salah satu siswa penerima bantuan, Rahmayanto, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih kepada Kakak-kakak Karang Taruna. Sekarang saya bisa pakai seragam baru untuk ke sekolah,” ungkapnya.

Karang Taruna “Gassing Gau” juga menyampaikan bahwa mereka berkomitmen melanjutkan program ini ke wilayah lain dengan skala bantuan yang lebih luas.

Camat Mangarabombang Hadiri Rembuk Stunting di Desa Lakatong

TAKALAR | POROS INFO.ID – Camat Mangarabombang, Sudirman, S.Sos., M.Si., menghadiri kegiatan Rembuk Stunting yang digelar di aula kantor Desa Lakatong,Senin (28/07).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah kecamatan dalam mendukung program nasional pencegahan dan penanganan stunting.

Rembuk stunting ini dihadiri oleh Kepala Desa Sahrir, SE Dg.Tola, Kepala UPT Puskesmas Marbo Herianto Ali, Pendamping Kecamatan Mangarabombang, perangkat desa, tenaga kesehatan, kader posyandu,Binmas,Bhabinsa serta tokoh masyarakat. Tujuan utamanya adalah menyatukan komitmen lintas sektor untuk menekan angka stunting di wilayah Desa Lakatong.

Dalam sambutannya, Camat Sudirman menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, terutama keluarga dan pemerintah desa, dalam memastikan gizi anak terpenuhi sejak dini.

Ia juga mengapresiasi langkah proaktif yang telah dilakukan pemerintah desa melalui edukasi dan intervensi langsung kepada masyarakat.

Diskusi berjalan interaktif, dengan berbagai masukan dari peserta terkait kendala di lapangan, seperti akses terhadap layanan kesehatan dan pola konsumsi rumah tangga. Pihak Puskesmas juga turut memberikan edukasi mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Diharapkan melalui rembuk ini, penanganan stunting di Desa Lakatong dapat dilakukan lebih terarah dan berkelanjutan, dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Media Lakukan Konfirmasi Terkait Aktivitas Tambang di Lingkungan Balang, Bontokadatto, Takalar

TAKALAR | POROS INFO.ID – Menanggapi maraknya pemberitaan mengenai aktivitas tambang di Lingkungan Balang, Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polong Bangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, tim media kami turun langsung ke lapangan guna melakukan konfirmasi dan menggali informasi secara langsung dari masyarakat, Minggu (27/07).

Aktivitas tambang tersebut belakangan menjadi sorotan publik karena diduga menimbulkan berbagai dampak, mulai dari gangguan terhadap lingkungan, ketenangan warga sekitar, hingga potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

Dalam kunjungan ke lokasi, tim kami melakukan wawancara dengan beberapa warga setempat untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aktivitas tambang tersebut sudah berhenti sejak dua hari terakhir.

“Sudah dua hari ini tidak ada lagi aktivitas di lokasi itu,” ungkap warga tersebut singkat.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penyajian informasi yang berimbang dan akurat, media kami akan terus memantau perkembangan situasi ini serta menyampaikan update terbaru berdasarkan temuan langsung di lapangan.

Kalapas Takalar Jalin Koordinasi dengan Dinas Perkebunan dan Ketahanan Pangan untuk Pembinaan Warga Binaan

TAKALAR | POROS INFO.ID – Dalam upaya memperkuat sinergi antarlembaga, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Takalar, Mansur, melakukan kunjungan koordinasi ke Dinas Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Takalar pada Jumat (25/07).

Kedatangan Kalapas Takalar disambut hangat oleh Kepala Dinas TPHPKP, H. Parawangsa, di ruang kerjanya. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Kasatpol-PP Kabupaten Takalar, Sirajuddin Saraba, sebagai bentuk awal dari rencana kerja sama lintas sektor.

Koordinasi ini dimaksudkan untuk menjalin kemitraan strategis dalam mendukung program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan, khususnya melalui sektor pertanian dan perkebunan yang memiliki potensi besar di wilayah Takalar.

Dalam kesempatan itu, Mansur menyampaikan komitmennya untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang berguna melalui pelatihan berbasis potensi lokal.pentingnya pembinaan agar para warga binaan memiliki bekal yang cukup saat kembali ke masyarakat.

(IkLAN)

“Kami melihat potensi besar bagi warga binaan untuk dibekali keterampilan yang relevan dengan sektor pertanian dan perkebunan. Diharapkan, saat bebas nanti mereka memiliki bekal yang cukup untuk mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana,” ujar Mansur.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas TPHPKP, H. Parawangsa, menyambut positif inisiatif dari Lapas Takalar. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung berbagai program pembinaan produktif demi meningkatkan kualitas hidup para warga binaan.

“Kami siap berkolaborasi agar program pembinaan di Lapas Takalar berjalan optimal,” katanya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang konkret dan berkelanjutan antara kedua lembaga,Kolaborasi ini diyakini akan membawa dampak positif bagi proses reintegrasi sosial warga binaan saat mereka kembali ke masyarakat.

Hari Keluarga Nasional ke-32, Bupati Takalar Terima Penghargaan dari Kemendukbangga/BKKBN

TAKALAR | POROS INFO.ID – Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye,.MM bersama Ketua TP. PKK Kab. Takalar Sri Ekowati Firdaus menerima penghargaan Atas Dukungan dan Komitmen Pengimplementasian Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag,.M.Pd pada peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32 Tahun 2025 di Tribun Utama Lapangan Karebosi Makassar, Minggu 27 Juli 2025.

Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras dan dedikasi dalam mendukung program-program Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN, serta sebagai dorongan untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas

Selain Bupati Takalar, Peringatan HARGANAS ke-32 yang mengangkat tema “Dari Keluarga Untuk Indonesia Maju” juga dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Wakil Gubernur Sulse, Ketua TP. PKK Prov. Sulsel, seluruh Kepala Daerah se-Sulsel serta para Penyuluh BKKBN.

(IKLAN)

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam sambutannya mengatakan saya bangga hari ini saya bisa bersilaturahmi dengan para Bupati, Walikota, Ketua TP. Pkk khususnya para penyuluh BKKBN. Inilah para pahlawan keluarga, para penyuluh yang bertugas dilapangan.

Momentum Harganas bukan sekadar seremonial yang dirayakan setiap tahun. Dia berharap Harganas menjadi daya ungkit strategis dalam mempercepat capaian program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana). Dalam hal ini, Harganas merupakan penguatan komitmen bersama dalam membangun keluarga yang berkualitas, mendorong kesadaran masyarakat untuk berencana serta menjadikan keluarga sebagai pusat pembangunan manusia Indonesia.

“Di kementerian Kependudukan memiliki tugas mengendalikan penduduk, salah satu caranya yaitu dengan mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Issue tentang KB sudah tertib tinggal mengendalikan di Kabupaten mana yang masih tinggi, dan dalam mengendalikan penduduk kita ada peta jalan kependudukan dengan berbagai perencanaan dalam penataan tentang kesehatan masyarakat” Jelasnya.

Dan yang paling penting adalah pembangunan keluarga, Pembangunan keluarga harus dimulai dari keluarga untuk mewujudkan keluarga yang tenteram, mandiri, bahagia untuk Indonesia Maju. Jika indonesia mau maju maka kuncinya ada dalam keluarga. Pondasi keluarga inilah yang akan menjadikan indonesia lebih hebat.

“Saya juga ingin mengajak seluruh unsur untuk secara pentahelix meningkatkan partisipasi masyarakat dan stakeholders dalam menjadi orang tua asuh untuk penurunan dan pencegahan stunting. Dan mengajak seluruh unsur untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja dengan tetap memberikan pengasuhan yang layak bagi anak” Tutupnya.