Amsar M

Perumahan Subsidi Zigma Royal Takalar Terancam Banjir, Fasilitas Umum ‘Gaib’!

TAKALAR | POROS INFO.ID – Perumahan subsidi Zigma Royal yang terletak di Desa Biringkassi, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, kini menjadi pusat perhatian akibat keluhan warga terkait minimnya fasilitas umum (fasum) yang dijanjikan oleh pengembang. Ketiadaan akses jalan yang layak, lapangan, dan masjid menjadi isu utama yang dikeluhkan oleh para penghuni perumahan.

Warga merasa kecewa karena janji pengembang saat penjualan rumah tidak sesuai dengan realita yang ada. Mereka merasa hak-haknya sebagai konsumen diduga telah diabaikan.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, “Kami dijanjikan fasilitas yang lengkap, termasuk akses jalan yang bagus, lapangan untuk anak-anak bermain, dan masjid untuk beribadah. Namun, hingga kini semua itu hanya janji kosong.”ungkap sala satu Warga perumahan.kamis (30/10/2025).

Ketiadaan akses jalan yang memadai sangat menghambat aktivitas sehari-hari warga. Jalan yang rusak menyulitkan mereka untuk pergi bekerja, mengantar anak ke sekolah, serta berbelanja kebutuhan pokok. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan memerlukan perhatian serius dari pihak terkait.

Selain masalah jalan, tidak adanya lapangan juga menjadi keluhan warga. Anak-anak di perumahan tersebut tidak memiliki tempat yang aman dan layak untuk bermain. Mereka terpaksa bermain di jalanan yang berbahaya atau di lahan kosong yang tidak terawat.

Bagi warga muslim, ketiadaan masjid juga menjadi masalah tersendiri. Mereka harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk melaksanakan ibadah, terutama saat shalat Jumat. Hal ini tentu sangat memberatkan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

Kekhawatiran warga tidak hanya berhenti pada masalah fasilitas.Warga sekitar perumahan tersebut juga dihantui oleh ancaman banjir, terutama saat musim hujan tiba. Tidak adanya saluran air yang seharusnya dibangun oleh pengembang membuat air hujan berpotensi meluap dan merendam rumah-rumah warga.

Minimnya fasilitas dan ancaman banjir ini tentu sangat memperburuk citra Perumahan Zigma Royal. Alih-alih menjadi solusi hunian terjangkau, perumahan ini justru menjadi sumber masalah baru bagi warga.

Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan ini kepada pihak pengembang dan pemerintah, namun hingga saat ini belum ada tindakan nyata yang diambil.

“Kami sudah sering menyampaikan keluhan ini, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Kami khawatir kalau musim hujan tiba, air akan meluap dan masuk ke rumah-rumah kami,” ujar salah seorang warga.

Menanggapi keluhan warga, Pemerintah Desa Biringkassi menyatakan akan segera menindaklanjuti permasalahan ini.

Kepala Desa Biringkassi, Murdalin Denta, berjanji akan memanggil pihak pengembang untuk memberikan penjelasan terkait keluhan warga.

“Kami akan segera memanggil pihak pengembang untuk meminta klarifikasi. Jika terbukti ada kelalaian, kami akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya pada awak media.

Pemerintah Desa Biringkassi juga berjanji akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Takalar untuk mencari solusi terbaik bagi permasalahan ini. Mereka berharap agar pihak pengembang segera memenuhi kewajibannya untuk menyediakan fasilitas umum yang layak bagi warga Perumahan Zigma Royal.

Hingga berita ini diterbitkan pihak pengembang Perumahan Zigma Royal belum merespon dan memberikan tanggapan saat di konfirmasi melalui Pesan WhatsApp terkait keluhan warga.

Bom Ikan Kembali Mengguncang Tanakeke Takalar: Keindahan Laut Berubah Jadi Medan Ledakan

TAKALAR | POROS INFO.ID – Keindahan ekosistem laut di Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, kini berada di ambang kehancuran. Aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak atau bom kembali marak dan menyebabkan kerusakan serius pada terumbu karang di wilayah tersebut.

Sebuah video berdurasi 11 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan dua orang nelayan di atas perahu kecil, salah satunya melempar sebuah benda yang diduga bom ke laut. Beberapa detik kemudian terdengar ledakan keras yang menimbulkan gelombang besar di permukaan air.

Menurut informasi warga, aktivitas pengeboman ikan paling sering terjadi di wilayah perairan Desa Mattiro Baji dan Desa Minasa Baji, Kecamatan Pulau Tanakeke.

Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa pelaku bom ikan tidak hanya berasal dari Pulau Tanakeke, tetapi juga dari Pulau Kodingareng.

“Pernah ada yang ditangkap, tapi dilepas lagi,” ungkapnya dengan nada kecewa, Kamis (30/10/2025).

Praktik ilegal ini jelas melanggar sejumlah regulasi penting, di antaranya Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan yang telah diubah dengan UU Nomor 45 Tahun 2009, khususnya Pasal 8 ayat (1) yang melarang penggunaan bahan peledak dalam aktivitas perikanan. Pelanggar pasal tersebut dapat dikenai pidana penjara hingga 6 tahun dan denda paling banyak Rp1,2 miliar.

Selain itu, perbuatan tersebut juga menyalahi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU Nomor 27 Tahun 2007 jo. UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta Pasal 187 KUHP yang mengatur sanksi bagi siapa pun yang dengan sengaja menimbulkan ledakan yang membahayakan nyawa atau harta benda orang lain.

Kerusakan ekosistem laut akibat bom ikan tidak hanya menghancurkan terumbu karang, tetapi juga mengancam keberlanjutan sumber daya ikan dan kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada laut.

DLH Takalar dan Pemerintah Desa Lengkese Lakukan Pemangkasan Pohon Demi Keselamatan Warga

TAKALAR | POROS INFO.ID – Menyambut musim hujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Takalar bersama Pemerintah Desa Lengkese melakukan kegiatan pemangkasan dan pemotongan dahan pohon yang berpotensi membahayakan warga, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan ini difokuskan pada pohon-pohon yang dahannya telah melilit kabel listrik dan menunjukkan tanda-tanda akan tumbang.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kecelakaan atau gangguan aliran listrik akibat dahan pohon yang tumbuh terlalu dekat dengan jaringan kabel.

Selain itu, kondisi cuaca yang mulai tidak menentu dengan curah hujan tinggi menjadi salah satu alasan kegiatan pemangkasan dilakukan lebih awal.

Kepala Bidang Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Takalar, Andi Abilwansyah, turun langsung memantau kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi oleh Sekretaris Desa Lengkese, Andi Sutawijaya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Lengkese mengapresiasi sinergi yang terjalin antara DLH dan pemerintah desa dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Kolaborasi ini menunjukkan kepedulian nyata terhadap keselamatan masyarakat, terutama di wilayah rawan seperti sekitar permukiman dan jalan umum,” ujarnya.

Masyarakat pun menyambut baik langkah tersebut. Beberapa warga menyampaikan terima kasih atas kepedulian pemerintah terhadap keamanan lingkungan mereka. “Terima kasih Lingkungan Hidup Takalar, kami merasa lebih tenang menghadapi musim hujan,” ujar salah satu warga Desa Lengkese.

Dosen Farmasi UMI Berdayakan Ibu PKK Paddinging Lewat Inovasi Teh Herbal

TAKALAR | POROS INFO.ID – Tim dosen Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Binaan UMI. Kegiatan ini menggandeng kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Paddinging, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, sebagai mitra pelaksana.

Kegiatan yang digelar pada Oktober 2025 ini diikuti oleh 22 peserta dan mengusung tema “Pemberdayaan Kelompok PKK melalui Inovasi Pembuatan Teh Celup dari Kombinasi Daun Pegagan, Kayu Secang, dan Daun Stevia sebagai Penjaga Fungsi Pencernaan dan Kardiovaskular.” Tema tersebut dipilih untuk mendorong masyarakat memanfaatkan potensi tanaman herbal lokal yang kaya manfaat bagi kesehatan.

Program PKM ini mendapat dukungan pendanaan dari Universitas Muslim Indonesia melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM-UMI) dalam skema PKM Desa Binaan. Tim pelaksana terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi UMI yang diketuai oleh apt. Irma Santi, S.Farm., M.Farm., bersama Prof. Dr. apt. Andi Emelda, S.Si., M.Si., dan apt. Ira Asmaliani, S.Farm., M.Si. Dua mahasiswa, yaitu Muhammad Affan Ashar, S.Farm., dan Namira Madi, turut berperan aktif dalam kegiatan lapangan.

Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah tanaman herbal menjadi produk bernilai ekonomi. Mereka diperkenalkan dengan berbagai manfaat daun pegagan, kayu secang, dan daun stevia yang dipercaya mampu menjaga kesehatan pencernaan serta sistem kardiovaskular.

Tak hanya teori, peserta juga mendapatkan pelatihan langsung mengenai proses pembuatan teh herbal. Mulai dari tahap pengeringan bahan, penghalusan, penentuan formulasi yang tepat, hingga pengemasan ke dalam kantong teh celup secara higienis dan menarik.

Program ini menjadi wujud nyata komitmen UMI dalam menyebarkan ilmu pengetahuan sekaligus memberdayakan masyarakat desa. Melalui pelatihan ini diharapkan lahir inovasi produk lokal yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.

Lebih dari itu, kegiatan ini menumbuhkan semangat kewirausahaan sekaligus mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi teh herbal alami. Inovasi teh kombinasi herbal ini diharapkan mampu mengangkat citra teh herbal Indonesia serta mendorong masyarakat agar semakin mencintai dan memanfaatkan kekayaan alam lokal secara berkelanjutan.

Aplikasi AI Manga dan Tren Deteksi Hantu di TikTok, Fakta di Baliknya

MAKASSAR | POROS INFO.ID – Fenomena unik tengah ramai dibicarakan di media sosial, khususnya di platform TikTok. Belakangan ini, sejumlah pengguna mengunggah video tentang penggunaan AI Manga untuk mendeteksi keberadaan makhluk halus atau hantu. Dalam berbagai unggahan tersebut, pengguna mengklaim bahwa hasil tangkapan kamera yang diolah dengan filter AI Manga memperlihatkan sosok misterius yang tak terlihat oleh mata manusia.

Tren ini pun memicu rasa penasaran publik, terutama di kalangan pecinta hal-hal berbau mistis dan teknologi. Namun, di balik viralnya fenomena ini, berbagai aplikasi yang diklaim mampu mendeteksi hantu sebenarnya sudah lama beredar di dunia maya. Seperti dikutip dari laman Mashable.com, terdapat beberapa aplikasi yang populer digunakan oleh pemburu hantu digital.

Salah satunya adalah iEMF+, aplikasi sederhana yang disebut cocok bagi pemula. iEMF+ bekerja dengan mendeteksi medan elektromagnetik (EMF) dan memperkirakan ukurannya dalam satuan tertentu, termasuk memperhitungkan medan alami bumi. Dengan cara ini, pengguna seolah dapat mengidentifikasi area yang diduga memiliki aktivitas supranatural.

Kemudian ada Ghost Detector Radar with Camera, yang menggabungkan radar dan akses kamera untuk melakukan investigasi paranormal. Saat diaktifkan, tampilan kamera berubah menjadi mode infra merah. Namun, sejumlah pengguna mengaku terganggu karena banyaknya iklan yang muncul selama penggunaan.

Selain itu, ada pula Ghost Detect Pro dan Ghost Hunter M2, dua aplikasi yang dianggap paling canggih karena mampu menampilkan data visual secara lebih detail serta menyediakan fitur pemotretan otomatis ketika mendeteksi anomali. Sementara EM4 Detector menawarkan pengalaman klasik dengan tampilan jarum deteksi yang bergerak untuk menunjukkan potensi kehadiran makhluk dari dunia lain.

Fenomena seperti ini menjadi bukti betapa kuatnya daya tarik teknologi dalam memadukan hiburan, rasa ingin tahu, dan kepercayaan terhadap hal-hal gaib. Dunia digital kini bukan hanya menjadi ruang berbagi informasi, tetapi juga arena eksplorasi antara logika dan misteri.

Lapas Takalar Gelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke-97, Kobarkan Semangat Persatuan

TAKALAR | POROS INFO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di lapangan Lapas Takalar, Selasa (28/10/2025). Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” ini diikuti oleh seluruh petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan penuh khidmat dan antusiasme.

Kepala Lapas Takalar, Mansur, S.H., M.H., dalam amanatnya menyampaikan bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan persatuan dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Kegiatan ini menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai persatuan dan nasionalisme, khususnya bagi petugas pemasyarakatan sebagai aparatur negara yang bertugas mengayomi dan membina,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mansur menjelaskan bahwa peringatan Sumpah Pemuda juga menjadi sarana refleksi bagi Warga Binaan. Momentum ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air dan tekad untuk memperbaiki diri melalui berbagai program pembinaan yang telah disediakan oleh Lapas.

“Melalui semangat Sumpah Pemuda, kami ingin mengajak Warga Binaan untuk terus berbenah, menumbuhkan semangat juang, dan menyadari bahwa mereka tetap merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki hak dan kewajiban untuk berkontribusi positif,” tambahnya.

Dengan semangat “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, Lapas Takalar berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam membangun karakter bangsa melalui pembinaan yang humanis, pelayanan publik yang profesional, serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme di lingkungan pemasyarakatan.

Istri Gerebek Suami Bersama Selingkuhan di Rumah BTN Gowa, Warga Nyaris Emosi

GOWA | POROS INFO.ID – Suasana Perumahan BTN Graha Kalegowa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mendadak heboh pada Minggu (26/10/2025) dini hari. Seorang perempuan berinisial RM memergoki suaminya, HR (48), tengah asyik bersama perempuan lain berinisial HM (49) di dalam rumah.

Penggerebekan tersebut bermula ketika RM menerima informasi dari anaknya bahwa sang suami membawa seorang perempuan ke rumah tersebut. Tak tinggal diam, RM bersama beberapa rekannya dan warga sekitar langsung menuju lokasi.

Setibanya di tempat kejadian, RM mendapati suaminya sedang berduaan dengan perempuan selingkuhannya. Warga yang ikut menyaksikan peristiwa itu sempat terpancing emosi dan nyaris menghakimi pasangan tersebut.

Kepala Lingkungan Graha Kalegowa, Dg Jalling, membenarkan adanya penggerebekan itu.

“Betul, tadi ada salah satu rumah digerebek oleh istri sahnya bersama warga karena tertangkap tangan sedang berduaan dengan perempuan lain di dalam rumahnya,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurut Dg Jalling, pasangan suami istri tersebut memang telah lama memiliki persoalan rumah tangga.

“Mereka memang sudah ada masalah rumah tangga sekitar dua tahun, tapi belum pisah secara resmi,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Unit PPA Polres Gowa, Ipda Muhammad Agus, mengonfirmasi pihaknya telah menangani kasus tersebut.

“Kami dari Unit PPA Polres Gowa mengamankan sepasang laki-laki dan perempuan bukan suami istri yang digerebek oleh istri sahnya di Kecamatan Pallangga,” kata Ipda Agus.

Pihak kepolisian masih mendalami motif dan kronologi lengkap peristiwa itu.

“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui motif dari peristiwa tersebut,” pungkasnya.

UMI Berdayakan Ibu PKK Desa Paddinging Produksi Cabe Kering dan Abon Cabe

TAKALAR | POROS INFO.ID – Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pemberdayaan Ibu PKK dalam Produksi Cabe Kering dan Abon Cabe yang digelar di Desa Paddinging, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 18 Oktober 2025, ini melibatkan tim dosen dari Fakultas Farmasi UMI. Tim tersebut diketuai oleh apt. Rahmawati, S.Si., M.Sc., bersama anggota apt. A. Muflihunna, S.Si., M.Si., dan apt. St. Maryam, S.Si., M.Sc., yang turut hadir langsung mendampingi para peserta pelatihan.

Desa Paddinging sendiri dikenal sebagai salah satu sentra penghasil cabe rawit di Kabupaten Takalar. Banyak warga yang menggantungkan hidup dari hasil perkebunan cabe, namun selama ini sebagian besar hanya menjual hasil panennya dalam bentuk segar. Kondisi tersebut membuat harga cabe sering berfluktuasi dan hasil panen tidak tahan lama.

Menjawab tantangan tersebut, tim LPkM UMI hadir memberikan pelatihan pengolahan cabe kepada ibu-ibu PKK. Mereka diajarkan cara mengubah cabe segar menjadi produk olahan bernilai tambah, seperti cabe kering dan abon cabe, yang memiliki daya simpan lebih lama serta nilai jual yang lebih tinggi.

Produk cabe olahan ini dipilih karena tidak hanya mampu memperpanjang umur simpan cabe, tetapi juga menjaga ketersediaannya di luar musim panen. Selain itu, produk seperti cabe kering dan abon cabe mudah dipasarkan, dapat dikonsumsi langsung, dan berpotensi menjadi komoditas unggulan desa. Proses pengeringan cabe juga menjadi solusi efektif untuk mengurangi risiko pembusukan akibat kadar air cabe segar yang tinggi.

Tak berhenti pada pengolahan saja, kegiatan pelatihan ini juga membekali peserta dengan pengetahuan tentang kebersihan produksi, teknik pengemasan, serta strategi pemasaran sederhana. Harapannya, para ibu PKK mampu memasarkan produknya secara mandiri, mengembangkan usaha kecil berbasis hasil kebun sendiri, dan berkontribusi dalam peningkatan ekonomi keluarga serta desa.

Melalui program pengabdian ini, LPkM UMI berharap dapat melahirkan kelompok ibu-ibu produktif yang kreatif dan mandiri dalam mengelola potensi lokal. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat seperti ini menjadi bukti nyata peran UMI dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kesejahteraan warga pedesaan.

BUPATI TAKALAR LEPAS TIM SSB U-12 MENUJU KEJURNAS FOSMI CUP 2025 DI JAKARTA

TAKALAR | POROS INFO.ID – Suasana penuh semangat dan haru menyelimuti acara pelepasan tim SSB Kabupaten Takalar U-12 yang akan berlaga di ajang Kejuaraan Nasional FOSMI Cup 1 Tahun 2025 di Jakarta. Acara yang berlangsung di Hotel Mercure makassar tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Takalar, Ir.H.MOHAMMAD FIRDAUS DAENG MANYE, M.M yang memberikan pesan motivasi dan harapan besar kepada seluruh pemain, pelatih, serta official tim.

Dalam sambutannya, Bupati Ir.H.MOHAMMAD FIRDAUS DAENG MANYE, M.M menyampaikan rasa bangga atas perjuangan anak-anak muda Takalar yang akan mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional. “Bermainlah dengan jiwa berani, karena kalian adalah duta daerah dan perwakilan SSB se-Sulawesi Selatan. Tunjukkan bahwa Takalar bisa, dan Takalar juara!” ujarnya penuh semangat yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Bupati juga berpesan agar para pemain menjaga sportivitas, kekompakan, dan menjunjung tinggi nama baik daerah selama mengikuti turnamen yang akan berlangsung di Jakarta International Stadium pada 2–5 November 2025 mendatang. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan di ajang nasional ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga memperkuat karakter dan mental juang generasi muda Takalar.

Sementara itu, pelatih tim, Coach Naba bersama Coach Zainuddin Dg Nyengka, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah membantu persiapan tim. Mereka optimistis anak-anak asuhnya mampu tampil maksimal dan membawa nama Takalar harum di kancah nasional.

Pelepasan rombongan diakhiri dengan doa bersama dan yel-yel penyemangat dari para pemain yang siap berjuang membawa pulang prestasi terbaik bagi Kabupaten Takalar. Dengan semangat “Takalar Bisa, Takalar Juara!”, tim SSB U-12 resmi berangkat menuju medan laga nasional membawa harapan seluruh masyarakat Takalar.

(Red)

Wabup Takalar Terima Kunjungan YBN Jakarta untuk Penguatan Pesisir Laikang–Satangnga

TAKALAR | POROS INFO.ID – Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, M.Si, menerima kunjungan Tim Yayasan Baruna Nusantara (YBN) Jakarta di ruang kerjanya pada Jumat, 24 Oktober 2025. Kehadiran YBN bertujuan memperkuat pendampingan bagi masyarakat pesisir di Desa Laikang dan Pulau Satangnga.

Tim YBN dipimpin oleh Prof. Dr. Ahmad Zamroni selaku pakar kelautan dan Sila Kartika Sari, S.Kel sebagai manajer program. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh diskusi konstruktif yang turut diikuti fasilitator lokal, M. Kasim, S.Kel, dari Desa Laikang.

Wabup Hengky menyampaikan bahwa Takalar memiliki kekayaan sumber daya pesisir yang besar, namun tantangan pengelolaannya juga kompleks. Pemerintah daerah berkomitmen mempercepat pembangunan pesisir melalui kolaborasi lintas sektor demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ahmad Zamroni yang juga peneliti BRIN, memaparkan pentingnya data, informasi, dan kajian sebagai dasar memperkuat kebijakan pembangunan pesisir. YBN hadir untuk memastikan suara masyarakat menjadi bagian dari proses perencanaan daerah hingga nasional.

Sila Kartika menjelaskan bahwa YBN mendampingi tiga wilayah di Indonesia, termasuk Laikang dan Satangnga. Untuk Satangnga, fokus program adalah penguatan pengawasan berbasis masyarakat, konservasi wilayah pesisir, serta pemberdayaan perempuan. Sementara di Laikang, masyarakat mendorong konsep Desa Ekonomi Biru (Blue Village) sebagai arah pembangunan yang berkelanjutan.

M. Kasim, S.Kel, tokoh masyarakat Laikang yang juga Ketua FORMASI, menyampaikan apresiasi atas dukungan YBN dan Pemkab Takalar. Ia menekankan pentingnya penyusunan Peta Jalan (Roadmap) agar program pembangunan terarah, tidak tumpang tindih, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Di akhir pertemuan, Wabup Hengky menyambut baik upaya YBN dalam memperkuat kapasitas masyarakat pesisir. Pemerintah Kabupaten Takalar siap bersinergi untuk menjadikan Laikang dan Satangnga sebagai percontohan pembangunan ekonomi biru yang menyeimbangkan kemajuan dan keberlanjutan.