Amsar M

Pintu Pagar Kantor Bupati Takalar Roboh, Massa Aksi Geruduk Pemkab Tuntut Batalkan Kawasan Industri Laikang

TAKALAR | POROS INFO.ID – Suasana depan kantor Bupati Takalar memanas pada Kamis (27/11). Ratusan peserta aksi unjuk rasa yang menolak pembangunan kawasan industri di Desa Laikang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar memadati area kantor pemerintahan tersebut.

Aksi berjalan tegang hingga pintu pagar besi kantor Bupati Takalar roboh akibat dorongan massa yang berusaha masuk untuk menemui pejabat daerah.

Para demonstran membawa spanduk besar berisi tuntutan dan penolakan, yang menjadi simbol kekecewaan atas lambannya respons pemerintah daerah terhadap aspirasi warga. Mereka mengaku sudah terlalu lama menunggu kehadiran pejabat Pemkab Takalar.

Diketahui, salah satu spanduk aksi bertuliskan:

“WARGA MENOLAK KAWASAN INDUSTRI
KEMBALIKAN TANAH RAKYAT
#COPOT – BUPATI
#COPOT – WABUP
#COPOT – CAMAT”

 

Tujuh Tuntutan Menggema, Warga Desak Pemerintah Bertindak

Teriakan penolakan menggema dari peserta aksi. Terdapat tujuh poin tuntutan utama yang dilayangkan warga, yakni:

1. Meminta Pemkab Takalar menjunjung akuntabilitas, transparansi, dan membuka seluruh dokumen perencanaan proyek kawasan industri.

2. Menuntut pengulangan tahapan pengadaan tanah sejak awal karena warga tidak pernah dilibatkan dalam proses penilaian maupun penentuan harga tanah.

3. Menolak penjualan aset daerah kepada korporasi tanpa mekanisme kontrol publik.

4. Mendesak pemerintah agar tidak melakukan tekanan psikologis kepada warga untuk menjual lahan.

5. Mendesak DPRD Takalar mengevaluasi regulasi, termasuk perubahan Perda Tata Ruang yang dinilai berpihak kepada investor.

6. Menolak penerbitan SPPT dadakan untuk lahan yang statusnya masih menunggu keputusan.

7. Menghentikan seluruh aktivitas PT KITA di Desa Laikang sampai seluruh tuntutan dipenuhi.

 

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah Takalar belum memberikan jawaban resmi atas aksi unjuk rasa tersebut. Sementara itu, aparat keamanan tampak berjaga ketat.

Mattirobaji Tanakeke di Ambang Bencana: PLTS Terancam, Rumah Warga Menunggu Giliran

TAKALAR | POROS INFO.ID – Ancaman abrasi di pesisir Pantai Desa Mattirobaji, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, kembali menjadi momok yang menghantui warga. Setiap tahun, masyarakat setempat dipaksa hidup dalam kecemasan menghadapi cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi dan terus menggerus daratan mereka.

Fenomena abrasi yang kian parah ini bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi telah berubah menjadi ancaman nyata terhadap keselamatan dan masa depan warga. Namun, hingga kini, penanganan serius dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat dinilai belum terlihat.

“Kami berharap pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kondisi yang terjadi di pesisir Pantai Mattirobaji. Ini bukan persoalan baru, setiap tahun kami hidup dalam ketakutan,” tegas Daeng Tika, warga setempat, saat dihubungi Rabu (26/11/2025).

Lebih mengkhawatirkan lagi, abrasi telah mencapai titik kritis. Menurut Masriadi Daeng Tika, pengikisan pantai kini mengancam merusak fasilitas umum, termasuk salah satu bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang menjadi sumber penerangan warga.

“Jika tidak ada langkah penanganan yang tepat, seperti pembangunan penahan abrasi, kami khawatir kerusakan akan merembet ke rumah-rumah warga, seperti yang terjadi tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Pertanyaan yang kini menggantung : Berapa lama lagi pemerintah akan membiarkan warga Mattirobaji berhadapan sendiri dengan ancaman abrasi yang setiap tahun kian menggerus harapan mereka?

Syamsul Bahri Ingatkan Bahaya Lalai Berkendara, LJR Logistics Perkuat Edukasi Eco Driving

SULSEL | POROS INFO.ID – Dalam upaya meningkatkan keselamatan berkendara sekaligus efisiensi penggunaan bahan bakar, LJR Logistics kembali menggelar pelatihan Eco Driving bagi seluruh pengemudi operasional. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Cabang, Fedy Juanda, bersama Supervisor, Syamsul Bahri, yang memberikan pembekalan mengenai teknik mengemudi yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Fedy Juanda menjelaskan bahwa pelatihan eco driving merupakan program rutin perusahaan untuk memastikan armada tetap beroperasi secara optimal dan para pengemudi memahami standar keselamatan yang berlaku, Senin (24/11).

“Pelatihan ini penting agar seluruh pengemudi dapat menerapkan cara mengemudi yang hemat energi, menjaga kondisi kendaraan, dan meminimalkan risiko kecelakaan,” ujarnya.

Supervisor Syamsul Bahri menambahkan, melalui pelatihan ini para driver dibimbing memahami poin-poin utama eco driving, mulai dari pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat, penggunaan gigi dan akselerasi yang halus, pengaturan kecepatan ideal, hingga kebiasaan mematikan mesin saat berhenti lama.

“Kiat-kiat ini kami tekankan agar pengemudi benar-benar memahami tata cara berkendara yang baik untuk keselamatan bersama,” tegasnya.

Selain itu, peserta pelatihan juga dikenalkan pada pentingnya perawatan kendaraan secara berkala serta etika berkendara di jalan raya. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan setiap pengemudi mampu mengurangi konsumsi bahan bakar, menjaga performa kendaraan, dan meningkatkan keselamatan selama perjalanan.

Pelatihan eco driving ini diharapkan menjadi budaya positif di lingkungan perusahaan, sekaligus wujud komitmen LJR Logistics dalam memberikan pelayanan terbaik melalui operasional yang aman, efisien, dan bertanggung jawab.

Tak Sekadar Membina, Lapas Takalar Tunjukkan Aksi Nyata lewat Bansos untuk Warga Pappa di Hari Bakti Kemenimipas 2025

TAKALAR | POROS INFO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat di sekitar wilayah Kelurahan Pappa, Senin (17/11).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2025 sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian Pemasyarakatan terhadap lingkungan sekitar.

Kepala Subseksi Registrasi Lapas Takalar, Hasran Pratama, menjelaskan bahwa paket sembako yang disalurkan berisi minyak goreng, mi instan, telur, dan beras. “Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat di sekitar Kelurahan Pappa,” ujarnya.

Kepala Lapas Takalar, Mansur, menegaskan bahwa kegiatan bansos ini menunjukkan bahwa fungsi Pemasyarakatan tidak hanya terbatas pada pembinaan di dalam lembaga, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui penyaluran bantuan ini, kami ingin menegaskan bahwa peran Pemasyarakatan lebih luas, yakni memberi kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Mansur.

Mansur menambahkan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh petugas akan pentingnya semangat gotong royong dan solidaritas bersama masyarakat.

“Keberhasilan pembinaan Warga Binaan tidak dapat berdiri sendiri, karena dukungan masyarakat merupakan faktor penting yang perlu dijaga,” tambahnya.

Salah seorang penerima bantuan, Daeng Ngai, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh Lapas Takalar.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami berterima kasih atas kepedulian Lapas Takalar terhadap kondisi warga,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Lapas Takalar untuk hadir sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pembinaan internal, tetapi juga peduli terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

38 Warga Binaan Ikuti Sidang TPP: Lapas Takalar Pastikan Pemenuhan Hak dan Disiplin

TAKALAR | POROS INFO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar kembali menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai bagian dari pemenuhan hak-hak Warga Binaan serta evaluasi terhadap pelaksanaan program pembinaan. Sidang ini menjadi langkah strategis dalam memastikan setiap Warga Binaan memperoleh hak yang sesuai dengan regulasi dan perkembangan perilaku selama menjalani masa pidana.

Sidang TPP kali ini membahas dua agenda utama, yakni usulan program Integrasi berupa Pembebasan Bersyarat (PB) dan penunjukan Tamping atau Narapidana/Tahanan Pendamping di berbagai bidang kerja dalam Lapas. Sebanyak 38 Warga Binaan mengikuti sidang ini, terdiri dari 17 orang yang diusulkan untuk PB dan 21 orang yang diusulkan sebagai Tamping sesuai kebutuhan unit kerja.

Dalam prosesnya, sidang dipimpin langsung oleh jajaran pejabat struktural Lapas Takalar selaku anggota TPP. Para Warga Binaan yang hadir diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesiapan mereka, sekaligus dievaluasi berdasarkan catatan pembinaan, kedisiplinan, serta partisipasi dalam kegiatan positif selama berada di Lapas.

Kepala Lapas Takalar, Mansur, menyampaikan penekanan penting kepada seluruh peserta sidang mengenai tanggung jawab moral yang harus dijaga setelah menerima hak-hak pemasyarakatan. Ia mengingatkan agar para Warga Binaan tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan melalui mekanisme TPP.

“Kepada 17 Warga Binaan yang diusulkan Pembebasan Bersyarat, manfaatkanlah kepercayaan ini dengan sungguh-sungguh. Dan bagi seluruh peserta, baik calon PB maupun calon Tamping, ingatlah bahwa hak yang sudah diberikan bisa dicabut kembali jika kalian kembali melakukan pelanggaran. Jaga perilaku, disiplin, dan jadilah warga binaan yang bertanggung jawab agar hak-hak kalian tetap terjamin,” tegasnya, Jumat (21/11/2025).

Mobil Diduga Curian Ditemukan Terparkir Mencurigakan di Area Stadion Terbengkalai Pattallassang Takalar

TAKALAR | POROS INFO.ID – Sebuah mobil Daihatsu Sigra dengan nomor polisi DD 1798 XAQ ditemukan terparkir dalam kondisi mencurigakan di area stadion terbengkalai yang berbatasan dengan Embun, Kelurahan Kala’birang, Kecamatan Pattallassang. Mobil tersebut pertama kali terlihat pada Kamis dini hari (20/11) sekitar pukul 03.00–04.00 Wita.

Sebelumnya, sejumlah warga mengaku telah melihat mobil tersebut sejak pagi hari, namun belum mengetahui bahwa kendaraan itu merupakan unit yang dilaporkan hilang dicuri. Informasi penemuan mobil kemudian menyebar melalui grup FKPM Kabupaten Takalar hingga akhirnya mendapat perhatian dari anggota FKPM.

Setibanya di lokasi, FKPM Takalar langsung menelusuri identitas pemilik mobil dan diketahui bahwa kendaraan itu milik Ibu Dian, warga Perumahan Arsya Residence, Lingkungan Bontorappo, Kelurahan Kala’birang, Kecamatan Pattallassang. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Takalar.

Tak berselang lama, Tim Identifikasi Polres Takalar tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan petunjuk awal.

Hingga berita ini diterbitkan, identitas terduga pelaku masih dalam penyelidikan dan pendalaman terkait modus serta kemungkinan keterlibatan pelaku lain.

Erwin dan Junaid Akbar Dinobatkan sebagai Petugas Teladan Lapas Takalar

TAKALAR | POROS INFO.ID – Sebagai bentuk nyata komitmen membangun budaya kerja yang profesional dan berintegritas, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar memberikan penghargaan kepada dua petugas teladan yakni Erwin Ardiasnyah dan Junaid Akbar. Pemberian penghargaan diberikan di sela pelaksanaan apel pagi.

Kepala Kasubag Tata Usaha, Murshahid, menyampaikan jika pemberian penghargaan diberikan bukan kerena ada kedekatan pribadi, tapi ini murni karena mereka telah memenuhi syarat sebagai pegawai teladan.

“Penghargaan pegawai teladan diberikan karena telah memenuhi beberapa indikator penilaian. Penilaian itu meliputi kehadiran, kinerja, serta,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Terpisah, Kepala Lapas Takalar, Mansur, mengatakan agar penghargaan ini bisa menjadi motivasi bagi petugas lain untuk memberikan kinerja terbaik bagi organisasi.

“Penghargaan ini sebagai pesan bahwa kinerja baik pantas dihargai. Harapannya, ini dapat memotivasi seluruh pegawai untuk terus bekerja secara profesional, penuh tanggung jawab, dan menjaga integritas demi kemajuan organisasi,” ujar Mansur.

Erwin Ardiansyah, penerima penghargaan, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas penghargaan yang diterima.

“Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan pimpinan serta rekan- rekan. Ini menjadi penyemangat bagi saya untuk semakin meningkatkan kinerja. Pesan untuk teman- teman lain agar senantiasa memberikan yang terbaik bagi organisasi,” ujarnya.

Zona Abu-Abu? Miras Ilegal di Bontokaddopepe Kian Terang-Terangan, Pemerintah Takalar Diminta Turun Tangan

TAKALAR | POROS INFO.ID – Meski telah jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) Takalar Nomor 02 Tahun 2004, penjualan minuman beralkohol di Desa Bontokaddopepe, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, masih terus berlangsung. Pemilik usaha diduga tetap bebas mengedarkan dan memperjualbelikan minuman tersebut kepada konsumennya, Rabu (19/11).

Sebelumnya telah di beritakan : https://porosinfo.id/barak-soroti-penjualan-minuman-beralkohol-di-bontokaddopepe-galut-diduga-langgar-perda-takalar/

Lokasi usaha yang berada di titik strategis membuat keberadaannya sulit dijangkau oleh petugas. Secara administratif, Desa Bontokaddopepe memang berada dalam wilayah Kabupaten Takalar, namun secara geografis dikelilingi oleh wilayah Kabupaten Gowa, sehingga pengawasan menjadi kurang optimal.

Dari pihak Dinas Penanaman Modal dan PTSP Takalar yang coba dikonfirmasi, diketahui bahwa aktivitas penjualan minuman beralkohol tersebut tidak memiliki izin resmi.

Hingga berita ini diterbitkan, Barisan Aktivis Mahasiswa Pergerakan (BARAK) mendesak pemerintah, khususnya Satpol PP Kabupaten Takalar, untuk segera turun langsung melakukan inspeksi dan penindakan di lokasi tersebut.

Pembinaan Berbuah Hasil, 20 Warga Binaan Lapas Takalar Lolos Pembebasan Bersyarat

TAKALAR | POROS INFO.ID – Sebanyak 20 Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar, secara resmi memenuhi syarat administratif dan substantif untuk menjalani program Pembebasan Bersyarat (PB).

PB ini merupakan langkah awal bagi mereka untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat dan membuktikan keberhasilan program pembinaan yang telah mereka jalani.

Kepala Subseksi Registrasi, Hasran Pratama, mengatakan jika hak integrasi adalah hak yang diberikan kepada Warga Binaan yang sudah memenuhi syarat subtantif dan administratif untuk kemudian diusulkan mendapatkan Pembebasan Bersyarat agar menjalankan sisa masa pidana di luar lapas sehingga mereka dapat berintegrasi kembali ke dalam kehidupan masyarakat.

“Pembebasan Bersyarat bukanlah akhir dari pengawasan, melainkan awal dari proses reintegrasi sejati. Program PB ini diberikan sebagai hak narapidana, dengan tujuan utama untuk memberikan kesempatan kepada Warga Binaan agar dapat kembali menjadi anggota
masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).

Terpisah, Kepala Lapas Takalar, Mansur berharap Warga Binaan yang mendapatkan PB ini diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan kedua ini dengan sebaik-baiknya.

“Kami berharap mereka dapat kembali ke keluarga dan lingkungan masing-masing dengan membawa bekal keterampilan dan mentalitas positif yang telah kami tanamkan. Ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas Takalar berjalan efektif dalam mempersiapkan Warga Binaan menjadi individu yang siap kembali berkontribusi bagi bangsa dan negara,” jelasnya.

Satu Nyawa Melayang, Harapan Tertuju pada Bupati Takalar untuk Memperbaiki Jalan Bantinoto Polsel

TAKALAR | POROS INFO.ID – Warga Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), Kabupaten Takalar, kembali dibuat resah akibat kondisi jalan rusak yang tak kunjung mendapat perhatian. Jalan yang telah bertahun-tahun dikeluhkan itu kembali menelan korban jiwa pada Senin malam, 10 November 2025.

Korban bernama Dg Rau’, warga Lingkungan Pa’bineang, Kelurahan Bulukunyi. Ia mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di ruas jalan lingkungan Bantinoto, Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polsel.

Berdasarkan informasi di lapangan, korban diduga hilang kendali akibat kondisi jalan yang berlubang dan minim penerangan. Hal tersebut membuatnya terjatuh hingga meninggal di tempat. Peristiwa tragis ini kembali menegaskan pentingnya perbaikan infrastruktur demi keselamatan masyarakat.

Salah satu warga setempat, Dg Ngunjung, mengungkapkan bahwa kecelakaan di titik tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Menurutnya, rusaknya jalan, banyaknya lubang, serta ketiadaan lampu penerangan membuat pengendara sangat kesulitan saat melintas pada malam hari.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan. “Kami sangat berharap insiden ini menjadi perhatian serius. Perbaikan jalan tidak bisa lagi ditunda karena warga setiap hari melintasi jalur ini untuk bekerja dan beraktivitas. Jika dibiarkan, bukan mustahil akan ada korban berikutnya,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, warga dengan segala hormat meminta Bupati Takalar agar mendengarkan keluhan serta harapan mereka, dan segera mengambil langkah untuk melakukan perbaikan.