Amsar M

Presiden BEM Hukum Unibos Soroti Satu Tahun Prabowo: Banyak Kebijakan Belum Pro Rakyat

MAKASSAR | POROS INFO.ID – Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kritik mulai berdatangan dari berbagai kalangan, termasuk dari mahasiswa hukum. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bosowa, Ardy Bangsawan, menilai bahwa perjalanan satu tahun ini masih menyisakan banyak tanda tanya atas arah kebijakan negara yang seharusnya berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Satu tahun bukan waktu yang singkat untuk menakar arah kepemimpinan. Namun, di tengah euforia politik, rakyat justru masih menunggu kehadiran kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar mereka,” ujar Ardy dengan tegas.

Menurutnya, masih banyak kebijakan yang lahir tanpa mempertimbangkan dampak sosial di akar rumput. Kenaikan harga bahan pokok, ketimpangan ekonomi, dan sulitnya akses terhadap pendidikan serta kesehatan menjadi cermin bahwa kebijakan negara belum seluruhnya berpihak pada kesejahteraan rakyat.

“Keadilan sosial bukan sekadar semboyan dalam Pancasila. Ia harus hadir nyata dalam kebijakan publik. Pemerintah hari ini harus sadar, bahwa pembangunan tidak bisa diukur dari angka-angka makro semata, tetapi dari seberapa banyak rakyat kecil yang tersenyum karena merasakan manfaatnya,” lanjutnya.

Di sisi lain, Ardy juga menyoroti krisis kepercayaan terhadap penegakan hukum, khususnya di tubuh Polri. Ia menegaskan bahwa reformasi hukum tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi harus menyentuh akar permasalahan, yakni integritas aparat penegak hukum dan kejelasan proses penyidikan.

“Kita tidak menutup mata bahwa masih banyak kasus hukum yang berhenti di tengah jalan, seolah kehilangan arah keadilan. Reformasi Polri harus dilakukan secara substansial, bukan sekadar kosmetik. Hukum tidak boleh lagi menjadi alat kekuasaan, tapi harus menjadi pelindung bagi rakyat,” tegasnya.

Sebagai mahasiswa hukum, Ardy menegaskan bahwa peran mahasiswa bukan sekadar mengkritik, tetapi mengingatkan agar kekuasaan tetap berada dalam rel konstitusi.

“Kami tidak sedang melawan negara. Kami hanya sedang berupaya mengingatkan agar negara tidak melupakan rakyatnya. Mahasiswa lahir dari nurani, dan nurani itu tak boleh bungkam ketika ketidakadilan berdiri di depan mata,” pungkasnya.

Dengan nada yang lugas dan argumentatif, Ardy menutup pernyataannya dengan pesan reflektif:

“Satu tahun sudah berjalan. Semoga tahun-tahun berikutnya bukan lagi tentang janji yang ditulis di kertas, tetapi tentang bukti yang dirasakan oleh rakyat di jalanan.”

Perkuat Kaderisasi, PKB Takalar Lahirkan Pemimpin Muda Lewat Sekolah Kader Perubahan

TAKALAR | POROS INFO.ID – Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat basis kaderisasi dan kepemimpinan politik di tingkat daerah, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menggelar Sekolah Kader Perubahan di Wisata Pantai Topejawa Hotel, Kabupaten Takalar. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Anggota DPRD Kabupaten Takalar Fraksi PKB, Habibie Abdullah, pada Minggu (19/10).

Program ini menjadi wadah pembelajaran politik sekaligus sarana penguatan kapasitas kader PKB agar mampu berperan aktif dalam proses pembangunan daerah. Melalui kegiatan ini, PKB ingin memastikan lahirnya generasi penerus yang siap tampil di garis depan perubahan.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PKB, mulai dari Ketua DPW PKB Sulsel H. Azhar Arsyad, Ketua DPC PKB Takalar H. Abdul Haris Nassa, hingga Anggota DPR RI Syamsu Rizal. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi DPP PKB Nomor 1 Tahun 2025 tentang Sistem Kaderisasi yang menekankan pentingnya regenerasi politik secara terstruktur dan berkelanjutan.

Sebanyak 75 pemuda dan pemudi berusia 19 hingga 35 tahun ikut ambil bagian dalam Sekolah Kader Perubahan ini. Kehadiran generasi muda menjadi bukti nyata semangat PKB dalam mencetak kader-kader potensial yang siap mengawal pembangunan di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin melahirkan kader yang militan, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat dalam membela kepentingan dan siap memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujar Habibie Abdullah.

PKB Takalar menargetkan lahirnya kader yang tidak hanya piawai di panggung politik, tetapi juga mampu membawa perubahan nyata di sektor sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah.

Dengan pelaksanaan Sekolah Kader Perubahan ini, PKB menegaskan keseriusannya dalam menyiapkan sumber daya politik yang siap menghadapi tantangan demokrasi, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Panas di Lokasi Proyek Pamukkulu! BARAK Kirim Somasi, SEPERNAS: Banyak Preman Gentayangan

TAKALAR | POROS INFO.ID – Pimpinan Pusat Barisan Aktivis Mahasiswa Pergerakan (BARAK) resmi melayangkan surat somasi terhadap pelaksanaan proyek rehabilitasi irigasi yang dikerjakan oleh PT Jaya Etika Beton di Moncongkomba–Pattene, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sabtu (18/10).

Langkah ini menjadi bentuk sikap kritis organisasi mahasiswa tersebut terhadap jalannya pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran negara.

Somasi ini dikeluarkan menyusul munculnya sejumlah dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan proyek yang dianggap tidak transparan dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. BARAK menilai, proyek rehabilitasi irigasi tersebut perlu diawasi secara ketat agar tidak merugikan masyarakat dan negara.

Dalam surat somasinya, BARAK menyoroti beberapa dasar hukum dan regulasi yang diduga dilanggar. Di antaranya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta peraturan pemerintah mengenai pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Selain itu, BARAK juga menyinggung pentingnya kepatuhan terhadap standar material konstruksi yang telah ditetapkan.

Ada tiga poin utama yang menjadi objek somasi BARAK. Pertama, dugaan penggunaan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dalam kontrak proyek. Kedua, minimnya transparansi anggaran karena tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan sebagaimana diamanatkan dalam UU KIP. Ketiga, adanya indikasi pencemaran lingkungan akibat tidak dikelolanya limbah konstruksi sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku.

Persoalan proyek ini semakin mencuat setelah viralnya insiden dugaan pengrusakan kendaraan dan penghalangan kerja jurnalistik terhadap wartawan media Armada, Wahid Rani, di lokasi proyek Rehabilitasi Irigasi D.I Pamukkulu. Insiden tersebut diduga melibatkan seseorang bernama Arifuddin Dg. Jowa yang disebut-sebut berada di area proyek saat kejadian.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pers Nasional (SEPERNAS) Takalar, Aziz Dg. Kawang, turut angkat bicara terkait insiden tersebut. Ia menyayangkan adanya tindakan yang dinilai menghambat kerja pers dan mempertanyakan peran pihak-pihak tertentu yang terkesan “memasang badan” untuk melindungi pelaksanaan proyek.

“Kalau ditarik dari benang kusutnya, ada apa sehingga banyak pihak-pihak yang terkesan pasang badan dan menghalangi proses pencarian fakta berita di lokasi proyek Rehabilitasi Irigasi D.I Pamukkulu di Kabupaten Takalar,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya mengonfirmasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Rehabilitasi Irigasi D.I Pamukkulu, Samuel, guna mendapatkan klarifikasi resmi terkait berbagai tudingan tersebut.

Terkait Isu Pupuk Subsidi, UD Taruna Tani Timbuseng Sampaikan Klarifikasi

TAKALAR | POROS INFO.ID – Terkait mencuatnya dugaan praktik penyelewengan pupuk bersubsidi di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur, pihak kios pupuk UD. Taruna Tani Hj. Ne’nang angkat bicara. Hj. Ne’nang dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan, Sabtu (18/10).

Dalam klarifikasinya, Hj. Ne’nang menyampaikan bahwa nota yang dijadikan dasar tudingan tersebut bukan berasal dari kios miliknya. “Itu nota bukan saya, dan itu nota sudah jadi lalu dibawa ke saya. Saya tidak pernah menjual pupuk di atas harga HET,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia juga menjelaskan bahwa selama hampir satu dekade mengelola kios pupuk di Desa Timbuseng, dirinya selalu mengikuti aturan yang berlaku. “Saya mengelola satu desa, UD Taruna Tani hampir 10 tahun,” tambahnya.

Terkait tudingan harga pupuk yang mencapai Rp130 ribu per/zak, Hj. Ne’nang juga membantah keras. “Kalau harga begitu, yang 130 ribu per/zak, tidak begitu kenyataannya,” jelasnya.

Hj. Ne’nang berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah dalam penyaluran pupuk bersubsidi secara tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tammu Taung ke-4 Badan Seni dan Budaya Meriahkan Panakkukang Square Makassar

Kegiatan Tammu Taung ke-4 yang diselenggarakan oleh Badan Seni dan Budaya Kawaru Legend Kiwal Garuda Hitam sukses digelar di Panakkukang Square Makassar selama dua hari, 11–12 Oktober 2025. Acara ini menampilkan berbagai lomba dan pertunjukan budaya yang melibatkan masyarakat umum, pelajar, serta seniman lokal.

Ajang Talenta Seni dan Budaya

Kegiatan ini menjadi wadah bagi lahirnya talenta-talenta baru di bidang seni. Dua kategori lomba utama, yakni Lomba Menyanyi Lagu Daerah untuk masyarakat umum dan Lomba Menggambar tingkat SMP–SMA, menarik minat puluhan peserta dari berbagai wilayah di Makassar dan sekitarnya.

Sebanyak tujuh pemenang lomba menyanyi lagu daerah, Andi Aqsa asal Makassar dengan lagu Wajib Salimu Naraka dan Loko’ Atingku lagu bebas berhasil meraih posisi pertama, Haidir seorang akademisi juga ikut bertanding dan berhasil meraih posisi penyanyi favorit Daerah diajang ini. dan tiga pemenang lomba menggambar, A.Athaya Pradipta Sanrima asal sekolah SMP 12 Makassar berhasil meraih posisi pertama membawa pulang hadiah menarik serta piagam penghargaan dari panitia.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kecintaan terhadap budaya lokal, khususnya seni dan tradisi Sulawesi Selatan. Selama dua hari penyelenggaraan, Panakukang Square dipenuhi pengunjung yang antusias menyaksikan berbagai lomba, pameran, dan pertunjukan budaya khas daerah.

Pameran Koleksi Pusaka dan Pertunjukan Tradisional

Selain lomba, Tammu Taung ke-4 juga dimeriahkan dengan Pameran Koleksi Pusaka dan berbagai pertunjukan tradisional khas Sulawesi Selatan, seperti tari-tarian, musik daerah, hingga atraksi budaya seperti pencak silat tradisional, cerita dan gerak pemuda2 Makassar hingga aksi kebal (debus) menggunakan benda tajam yang memikat perhatian pengunjung pusat perbelanjaan terbesar di Kota Makassar.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran lima artis legendaris penyanyi Makassar yang turut tampil dan memberikan dukungan melalui penampilan spesial mereka di panggung utama.
Apresiasi dan Dukungan Sponsor

Ketua panitia pelaksana, Amal Zaihal Daeng Parebba, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas antusiasme masyarakat.
“Kami tidak menyangka kegiatan ini akan semeriah ini. Kehadiran berbagai kalangan dan dukungan para seniman legendaris menjadi bukti bahwa seni dan budaya daerah masih sangat dicintai masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan sejumlah pihak, dengan PT Antam sebagai sponsor utama, serta dukungan dari berbagai sponsor lainnya seperti Café Oma, Media online Garuda Hitam dan media online Rastra news.id

Wadah Pelestarian Budaya Lokal

Melalui Tammu Taung ke-4, Badan Seni dan Budaya berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan untuk melestarikan dan mengembangkan seni serta budaya daerah, sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap warisan budaya Sulawesi Selatan

Kios UD. Taruna Tani Timbuseng Jual Pupuk Subsidi Diatas HET, Negara dan Petani Sama-Sama Dirugikan

TAKALAR | POROS INFO.ID – Dugaan praktik penyelewengan pupuk bersubsidi mencuat di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar. Kios Pupuk Bersubsidi UD. Taruna Tani diduga kuat melakukan penjualan pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Modus tersebut mulai terungkap setelah sejumlah petani menunjukkan nota pembelian yang mencantumkan harga pupuk jauh lebih tinggi dari ketentuan resmi. Dugaan ini semakin menguat setelah dilakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Hasil penelusuran menemukan adanya praktik mark-up harga yang merugikan petani. Dalam nota transaksi tercatat harga jual pupuk Urea sebesar Rp130.000 per karung dan pupuk NPK sebesar Rp135.000 per karung. Padahal, sesuai HET yang ditetapkan pemerintah, harga Urea hanya Rp112.500 dan NPK Rp115.000 per karung 50 kg. Bahkan, bagi petani nonkelompok, harga bisa melonjak hingga Rp140.000 per karung.

Tak hanya itu, dalam nota pembelian juga tercantum pungutan tambahan sebesar Rp25.000 per karung dengan keterangan “B, Buruh”. Pungutan ini diduga merupakan pungutan liar (pungli) yang memberatkan petani. Seorang petani yang enggan disebutkan namanya mengaku praktik ini sudah berlangsung lama. “Kami sudah sering mengeluh, tapi tidak ada tindakan tegas. Seolah-olah ini sudah dibiarkan,” ujarnya.

Petani lainnya juga membenarkan bahwa kondisi ini bukan hal baru. Ia mengaku keluhan serupa pernah disampaikan ke pihak distributor pada tahun sebelumnya, namun tidak ada perubahan harga maupun penindakan. “Kami menduga ada kerja sama (kongkalikong) di antara mereka,” ungkapnya.

Penjualan pupuk bersubsidi di atas HET dan adanya pungutan liar jelas melanggar regulasi yang berlaku. Sejumlah aturan yang dilanggar di antaranya Permentan No. 10 Tahun 2022, Perpres No. 15 Tahun 2011, Permendag No. 15/M-DAG/PER/4/2013, serta UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Praktik pungli juga dapat dijerat dengan UU Tipikor, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara. Regulasi ini dengan tegas melarang penjualan pupuk bersubsidi di atas HET dan pungutan tambahan tanpa dasar hukum.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai dugaan pelanggaran ini, pihak pengecer Hj. Ne’nang menyampaikan bahwa dirinya sedang dalam kondisi sakit.

“Kondisiku masih sakit,” ujarnya singkat, Rabu (15/10).

Kepsek SMPN 3 Polsel Klarifikasi Terkait Pemberitaan Dana BOS

TAKALAR | POROS INFO.ID – Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Polongbangkeng Selatan (Polsel), Hj. Sitti Suriyani, S.Pd, angkat bicara menanggapi pemberitaan di sejumlah media online yang terbit pada 9 Oktober 2025 dengan judul “APH Diminta Usut Penggunaan Dana BOS SMPN 3 Polongbangkeng Selatan”.

Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Hj. Sitti Suriyani pada Rabu, 13 Oktober 2025, sebagai bentuk keterbukaan atas informasi yang beredar.

Menurutnya, terdapat beberapa informasi dalam pemberitaan tersebut yang dinilai keliru dan perlu diluruskan. “Sebagaimana di teras berita hingga badan berita, terdapat hal yang menurut kami tidak tepat, salah satunya menyebut adanya dugaan penyelewengan dana BOS senilai lebih dari Rp300 juta setiap tahun. Kami tegaskan, tuduhan tersebut tidak benar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hj. Sitti Suriyani menegaskan bahwa selama kepemimpinannya, pengelolaan dana BOS selalu dilakukan secara transparan dan sesuai petunjuk teknis. Ia juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan dan peningkatan mutu pendidikan di SMPN 3 Polsel.

“Banyak kemajuan telah dicapai, salah satunya tahun 2024 sekolah mendapat bantuan paving block untuk halaman sekolah. Selain itu, beberapa ruang kelas dan kantor juga telah direhabilitasi melalui bantuan pemerintah dan dana BOS untuk perawatan ringan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan dana BOS selalu dilaporkan dan dimusyawarahkan bersama guru serta pegawai tata usaha di setiap tahap pencairan.

“Perlu diperjelas juga bahwa bagian sekolah yang diberitakan hanyalah kondisi luar. Padahal perbaikan dan pembangunan banyak dilakukan di dalam lingkungan sekolah, termasuk ruang kelas,” terangnya.

Terkait hasil pemeriksaan Inspektorat, Hj. Sitti Suriyani menyampaikan bahwa memang pernah ada temuan penggunaan dana BOS tahun 2024 sebesar Rp8.340.000. Namun, dana tersebut telah dikembalikan sesuai prosedur.

“Kami telah menyetorkan kembali dana itu ke bank dan menyerahkan bukti setor ke Inspektorat pada 10 Juli 2025,” tutupnya.

Lapas Takalar Bersinergi dengan TNI-Polri Gelar Razia di Blok Hunian

TAKALAR | POROS INFO.ID – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar bersama Kodim 1426 dan Polres Takalar menggelar razia di kamar hunian warga binaan.Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan lingkungan lapas tetap bersih dari barang-barang terlarang.

Razia ini menjadi wujud nyata komitmen Lapas Takalar dalam memberantas peredaran barang terlarang di dalam lingkungan pemasyarakatan. Petugas melakukan penyisiran menyeluruh di setiap blok hunian dengan pendekatan yang terukur dan tertib.

Kepala Lapas Takalar, Mansur, menegaskan bahwa razia semacam ini merupakan agenda rutin sebagai bentuk pencegahan dini terhadap potensi masuknya barang-barang terlarang ke dalam lapas.

“Razia ini kami lakukan secara rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan sebagai upaya menciptakan lingkungan pembinaan yang aman dan kondusif,” ujarnya, Sabtu (11/10/2025).

Dari hasil razia kali ini, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba. Namun, sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan berhasil diamankan, antara lain botol parfum, hanger besi, korek gas, dan sendok besi. Seluruh barang tersebut kemudian disita dan dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.

Mansur menambahkan, kegiatan razia ini merupakan bagian dari Program Akselerasi Kementerian Hukum dan HAM dalam rangka memberantas peredaran narkoba dan praktik penipuan di dalam lapas maupun rutan.

“Kami akan terus memperketat pengawasan serta meningkatkan prosedur keamanan demi menjaga lingkungan pembinaan tetap kondusif,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 1426 dan Polres Takalar yang telah bersinergi dan mendukung penuh pelaksanaan razia tersebut sehingga kegiatan dapat berlangsung aman dan lancar.

Dengan pelaksanaan razia rutin, Lapas Takalar berharap dapat terus menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan bebas dari barang-barang terlarang, sehingga tujuan pembinaan warga binaan dapat tercapai secara optimal.

Lapas Takalar Gelar Pisah Sambut Pegawai, Wujud Keakraban dan Penyegaran Organisasi

TAKALAR | POROS INFO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar menggelar acara pisah sambut pegawai pada Rabu, 8 Oktober 2025, bertempat di Aula Lapas Takalar. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi momen penting untuk melepas dua pegawai yang dimutasi sekaligus menyambut empat pegawai baru yang resmi bergabung dalam jajaran struktural Lapas Takalar.

Dalam acara tersebut, Lapas Takalar melepas dua pegawai yang mendapat penugasan baru. Mereka adalah Adi Saputra yang akan melanjutkan tugas di Lapas Kelas I Makassar sebagai Kepala Seksi Pelaporan dan Tata Tertib, serta M. Rizqi Sholehudin yang dimutasi ke Rutan Kelas IIB Malino untuk menjabat sebagai Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan. Keduanya telah memberikan kontribusi penting selama masa pengabdiannya di Lapas Takalar.

Di sisi lain, kehadiran empat pegawai baru disambut dengan antusias oleh seluruh jajaran. Mereka adalah Badrun Pora yang menjabat sebagai Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Gugu Alam sebagai Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Rizal sebagai Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, serta Mulyadi sebagai Kepala Urusan Umum. Kehadiran mereka diharapkan dapat membawa semangat baru dan memperkuat kinerja lembaga.

Kepala Lapas Takalar, Mansur, S.H., M.H. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para pegawai yang akan berpindah tugas. Ia menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi serta kesempatan untuk berkembang dalam karier.

“Mutasi adalah bagian dari perjalanan karier dan bentuk penyegaran organisasi. Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama bertugas di Lapas Takalar. Semoga sukses dan semakin berprestasi di tempat tugas yang baru,” ujarnya

Acara pisah sambut kemudian ditutup dengan suasana haru dan keakraban melalui sesi kesan dan pesan dari pegawai yang dimutasi. Momen tersebut dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata sebagai bentuk penghargaan, serta sesi foto bersama seluruh jajaran Lapas Takalar sebagai kenang-kenangan atas kebersamaan dan pengabdian yang telah terjalin.

Rumah Warga Tertimpa Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Dusun Ko’mara

TAKALAR | POROS INFO.ID – Hembusan angin kencang mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa beberapa rumah warga di Dusun Ko’mara, Desa Kale Ko’mara, Kabupaten Takalar, pada Sabtu (11/10) sekitar pukul 14.30 WITA.

Peristiwa ini sempat membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Pohon tumbang tersebut menimpa rumah milik Jamaluddin Dg Ngeba, Hasbul Dg Matu, Tambung Dg Nassa, dan Arpa Dg Nassa. Sejumlah bagian atap dan dinding rumah warga mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimpa batang pohon. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Menurut keterangan warga setempat, pohon besar itu roboh tiba-tiba saat angin kencang melanda wilayah tersebut. Warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah langsung keluar menyelamatkan diri.

“Anginnya tiba-tiba sangat kencang, pohon langsung tumbang dan menimpa beberapa rumah,” ujar salah satu warga.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, warga mengalami kerugian material akibat tertimpa batang pohon yang roboh.