Amsar M

10 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Takalar Terima Remisi Khusus Natal 2025

TAKALAR | POROS INFO.ID – Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar dalam perayaan Hari Raya Natal Tahun 2025. Sebagai bentuk apresiasi negara atas perilaku baik selama menjalani masa pembinaan, sebanyak 10 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menerima Remisi Khusus (RK) Natal.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) Remisi dilakukan secara langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Mansur, bertempat di Aula Lapas Takalar, Kamis (25/12/2025). Berdasarkan SK yang dibacakan, seluruh penerima remisi memperoleh pengurangan masa pidana yang sama, yakni masing-masing selama satu bulan.

Kepala Lapas Takalar, Mansur, dalam sambutannya menegaskan bahwa remisi bukanlah hadiah yang diberikan secara cuma-cuma, melainkan penghargaan atas komitmen dan kesungguhan Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan di dalam lapas.

“Saya mengucapkan selamat kepada 10 Warga Binaan yang hari ini menerima Remisi Khusus Natal sebesar satu bulan. Jadikan ini sebagai motivasi untuk terus berperilaku baik serta aktif mengikuti seluruh program pembinaan yang ada di Lapas Takalar,” ujar Mansur.

Lebih lanjut, Mansur menjelaskan bahwa pemberian remisi telah melalui proses penilaian dan memenuhi syarat administratif serta substantif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia berharap remisi ini dapat menjadi penyemangat bagi Warga Binaan lainnya untuk terus menaati tata tertib dan memperbaiki diri.

“Remisi merupakan hak Warga Binaan yang telah memenuhi persyaratan. Kami berharap pemberian remisi ini dapat memacu semangat seluruh Warga Binaan untuk menjalani pembinaan dengan baik sebagai bekal sebelum kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.

Salah seorang Warga Binaan berinisial DN (31) menyampaikan rasa syukur atas remisi yang diterimanya bertepatan dengan Hari Raya Natal. Ia mengungkapkan bahwa pengurangan masa pidana tersebut menjadi motivasi besar untuk terus berubah ke arah yang lebih baik.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kalapas dan seluruh petugas yang telah membina kami dengan baik. Bagi saya, ini merupakan kado Natal yang sangat berarti dan menjadi penyemangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik agar kelak dapat kembali berkumpul dengan keluarga,” ungkap DN dengan haru.

Lapas Kelas IIB Takalar Raih Penghargaan Pelaksana Program Pembinaan Terbaik dari Kanwil Ditjenpas Sulsel

TAKALAR | POROS INFO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar buktikan komitmennya dalam menyediakan program pembinaan positif bagi Warga Binaan melalui penghargaan Pelaksana Program Pembinaan Terbaik dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjepas) Sulawesi Selatan.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Kepala Kanwil (Kakanwil) Ditjenpas Sulawesi Selatan, Rudy Fernando Sianturi, pada kegiatan Evaluasi Capaian Kinerja dan Refleksi Akhir Tahun 2025, Selasa (23/12).

Kepala Lapas Takalar, Mansur, mengatakan penghargaan ini bukan hanya pencapaian petugas di jajaran pembinaan, namun hasil kerja keras seluruh jajaran petugas di Lapas Takalar.

“Kita bukan manusia super yang bisa bekerja sendiri. Kita adalah tim di mana setiap petugas punya perannya masing- masing di dalam menyukseskan tujuan organisasi,” tuturnya.

Mansur menambahkan jika penghargaan ini harus dijadikan pemantik spirit untuk memberikan kinerja lebih baik bagi organisasi.

“Kami bersyukur atas raihan penghargaan ini sebagai pengakuan atas apa yang telah kami kerjakan. Tugas kami sekarang bukan lagi hanya bekerja, tapi menjaga marwah institusi sebagai percontohan. Kami mengajak jajaran petugas agar menjadikan penghargaan ini sebagai pondasi untuk menyediakan program pembinaan positif bagi Warga Binaan,” ajaknya.

Siap Cetak Sejarah, KONI FC Hadapi Galesong FC di Final Sarat Gengsi

TAKALAR | POROS INFO.ID – Tim KONI FC menunjukkan optimisme tinggi jelang partai final yang akan digelar pada Jumat, 26 Agustus 2025 pukul 15.00 WITA di Lapangan MDS, Takalar. Laga puncak ini akan mempertemukan KONI FC dengan Galesong FC dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit dan sarat gengsi.

Persiapan matang terus dilakukan oleh KONI FC demi menampilkan performa terbaik di laga penentuan tersebut. Seluruh pemain berada dalam kondisi siap bertanding, baik secara fisik maupun mental, untuk menghadapi kekuatan lawan yang dikenal solid dan berpengalaman.

Ketua KONI Kompol Alauddin Torki, S.Sos., M.Si yang juga merangkap sebagai manajer tim sekaligus pemain KONI FC menyampaikan keyakinannya terhadap kemampuan skuad yang dimiliki. Ia menegaskan bahwa semangat juang, kedisiplinan, serta kerja sama tim menjadi modal utama untuk tampil maksimal di partai final.

Menurutnya, KONI FC tidak hanya berambisi meraih kemenangan, tetapi juga berkomitmen menyajikan permainan yang menarik, sportif, dan menghibur para penonton yang hadir langsung di stadion. Dukungan suporter diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain di atas lapangan.

Partai final ini pun diharapkan menjadi tontonan berkualitas bagi pecinta sepak bola di Takalar dan sekitarnya. Pertemuan dua tim terbaik, KONI FC dan Galesong FC, diyakini akan menghadirkan pertandingan yang penuh determinasi, emosi, dan kebanggaan bagi masing-masing pendukung.

(Red)

Lurah Tompobalang Bersama Tenaga Kesehatan Dampingi Warga Penderita Kanker Payudara ke RS Sekh Yusuf Gowa

GOWA | POROS INFO.ID – Menindaklanjuti laporan warga, pihak Kelurahan Tompobalang bergerak cepat membantu seorang warga yang menderita kanker payudara. Lurah Tompobalang, Andika, bersama Bidan Kelurahan dan Kepala Lingkungan turun langsung mengunjungi rumah warga di Jalan Alternatif RT 03/RW 04, Lingkungan Cambayya, Rabu (24/12).

Dalam kunjungan tersebut, pihak kelurahan memastikan kondisi pasien dan memfasilitasi agar yang bersangkutan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Lurah Tompobalang bersama tenaga kesehatan kemudian melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Sekh Yusuf guna memastikan proses rujukan berjalan lancar.

Foto : Kelurahan Tompobalang bergerak cepat membantu seorang warga yang menderita kanker payudara

Alhamdulillah, berkat koordinasi yang dilakukan, Direktur Utama Rumah Sakit Sekh Yusuf, dr. Gaffar, memberikan arahan agar pasien segera dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan penanganan dan perawatan intensif. Arahan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas di ruang UGD Rumah Sakit Sekh Yusuf.

Orang tua pasien menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Lurah Tompobalang, Bidan Kelurahan, staf kelurahan, serta warga sekitar yang telah membantu membawa anaknya ke rumah sakit hingga mendapatkan perawatan. Ia mengaku sangat terbantu dengan kepedulian dan perhatian yang diberikan.

Terkait biaya perawatan, Lurah Tompobalang Andika menjelaskan bahwa pasien menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Namun, saat dilakukan pengecekan, terdapat tunggakan iuran BPJS sekitar Rp1,6 juta yang belum terselesaikan. Atas inisiatif bersama, Lurah Tompobalang dan warga setempat bergotong royong membantu melunasi tunggakan tersebut agar pasien dapat segera memperoleh pelayanan kesehatan tanpa kendala.

“Ini bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama agar warga yang sakit tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan,” ujar Andika.
(rs)

Sinergi PKK dan Pemdes Timbuseng Wujudkan Desa Asri Lewat Penanaman Asoka Serentak

TAKALAR | POROS INFO.ID – Ketua TP PKK Desa Timbuseng, Musdalipa, A.Md.TEM, bersama jajaran pengurus, Kepala Desa Timbuseng beserta perangkat desa, serta anggota PKK Desa Timbuseng, dengan dukungan partisipasi aktif para ibu-ibu warga, melaksanakan kegiatan penanaman serentak bunga asoka di halaman rumah masing-masing warga, Kamis (25/12/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan libur nasional yang dimanfaatkan masyarakat Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, untuk mengisi waktu dengan kegiatan gotong royong dan aktivitas positif dalam rangka memperindah lingkungan desa.

Penanaman bunga asoka tersebut bertujuan untuk menciptakan suasana desa yang asri, rapi, dan nyaman, sekaligus menumbuhkan kesadaran serta kepedulian warga terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar.

Ketua PKK Desa Timbuseng, Musdalipa, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan penanaman bunga asoka ini sebagai wujud sinergitas antara pemerintah desa dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Timbuseng, Kaharuddin Erang, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa penanaman bunga ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan kawasan Pammukulu sebagai bumi perkemahan.

“Apa yang telah dicanangkan oleh Bapak Bupati Takalar, Daeng Manye, tentu kami dukung bersama, dimulai dari lingkungan desa kami sendiri,” ujarnya.

Secara geografis, Desa Timbuseng berada di wilayah timur dengan panorama alam pegunungan yang indah dan menjadi jalur utama menuju kawasan Pammukulu. Setiap kunjungan ke kawasan tersebut hampir dipastikan akan melintasi Desa Timbuseng, sehingga penataan lingkungan desa dinilai penting.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Timbuseng semakin siap menjadi desa penyangga yang bersih, indah, dan ramah bagi setiap pengunjung, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Bantuan Negara Jadi Beban Rakyat: Pungutan Rp10 Ribu per KPM di Bauluang Tanakeke, Kesepakatan atau Pungli?

TAKALAR | POROS INFO.ID – Viral di media sosial Facebook, dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan ketahanan pangan di Dusun Bauluang, Desa Minasa Baji, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, menjadi sorotan publik, Selasa (23/12).

Menindaklanjuti informasi tersebut, wartawan media PorosInfo melakukan penelusuran fakta di lokasi pada Rabu pagi (24/12).Hasilnya, ditemukan adanya pungutan sebesar Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah) yang diminta kepada penerima bantuan saat pengambilan bantuan ketahanan pangan di Dusun Bauluang.

Salah seorang warga Desa Minasa Baji di Dusun Bauluang yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya pungutan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pungutan Rp10.000 per KPM dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan bersama Pemerintah Desa Dengan Warga.

“Pembagiannya di kantor desa, tapi katanya sudah dimusyawarahkan untuk diantarkan ke Bauluang karena harus menggunakan perahu,” ujarnya.

Menanggapi viralnya isu tersebut, Kepala Desa Minasa Baji, Kamaruddin, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, menyebut baru mengetahui informasi tersebut setelah melihat unggahan di Facebook. Ia menyatakan langsung melakukan klarifikasi kepada kepala dusun.

“Pembagian itu tidak berkoordinasi dan saya tidak ada di tempat pembagian, seandainya saya tahu bilang begitu kejadian tidak akan saya suruh antarkan.”

Terkait adanya dugaan musyawarah, Kades Minasa Baji menegaskan itu bukan musyawarah dengan pemerintah Desa tapi Musyawarah dengan warga, Saya juga tahu itu diskusi.

“itu bukan musyawarah dengan pemerintah Desa tapi Musyawarah dengan warga, Saya juga tahu itu diskusi. Ada pendampingnya bulog saat nabagikan dan keterangan pendamping ada kesepakatan di bawahkan kesana asalakan bayarki sepuluh ribu,” tambahnya

Sementara itu, Sekretaris Desa Minasa Baji melalui akun Facebook @Marzuki UkhyYndha, “Amr Amirji, dari segi mana bilang Korupsi”.menyanggah postingan @Takalar infota “Penyaluran bantuan beras Bulog di Dusun Bauluang, Desa Minasa Baji, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, menuai protes warga”.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Minasa Baji menjelaskan bahwa keberadaan Sekdes di Dusun Bauluang bukan dalam rangka pembagian bantuan.

“Sekdes ke dusun Bauluang untuk ke kondangan, dia lihat amanji kapan karna pendamping dan pak dusun membagi, sehingga ambil dokumentasi seolah-olah pemerintah Desa terlibat dalam pembagian,”jelasnya

Diketahui, bantuan ketahanan pangan pemerintah yang disalurkan di Desa Minasa Baji berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng kepada 174 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Purna Bakti Penuh Haru, Ibu Andi Basniani Tinggalkan Warisan Keteladanan di UPT SDN No. 57 Centre Mangadu

TAKALAR | POROS INFO.ID – Keluarga Besar UPT SDN No. 57 Centre Mangadu menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Kepala Sekolah, Ibu Andi Basniani, S.Pd., yang resmi memasuki masa purnabakti, Rabu (24/12).

Ucapan terima kasih disampaikan oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta para siswa atas dedikasi, bimbingan, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun dalam memajukan UPT SDN No. 57 Centre Mangadu. Kepemimpinan dan keteladanan beliau telah meninggalkan jejak positif serta menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah.

Foto : Kepala Sekolah UPT SDN No. 57 Centre Mangadu, Andi Basniani, S.Pd

Dalam suasana penuh haru dan rasa syukur, keluarga besar sekolah mendoakan agar Ibu Andi Basniani senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan dalam menikmati masa purnabakti, serta dapat menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga tercinta.

“Terima kasih atas segala pengabdian dan ketulusan dalam mendidik serta membimbing kami. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan Ibu dengan pahala yang berlipat ganda,” demikian ungkapan yang mewakili perasaan seluruh warga UPT SDN No. 57 Centre Mangadu.

Lapas Kelas IIB Takalar Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu Tahun 2025

TAKALAR | POROS INFO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar melaksanakan upacara peringatan Hari Ibu Tahun 2025 dengan khidmat di lapangan upacara Lapas Takalar, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai serta perwakilan warga binaan pemasyarakatan.

Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut mencerminkan peran strategis perempuan dalam mendukung pembangunan nasional sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas pada tahun 2045.

Upacara dipimpin oleh Ibu Karlina selaku inspektur upacara yang menyampaikan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Dalam amanatnya ditegaskan bahwa peringatan Hari Ibu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum refleksi untuk menghargai perjuangan, peran, dan kontribusi perempuan Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan.

Disampaikan pula bahwa perempuan yang berdaya dan berkarya akan melahirkan generasi unggul, berkarakter, serta memiliki daya saing tinggi. Hal tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus mendukung pemberdayaan perempuan serta menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan setara.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Mansur, mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan sinergi dan profesionalisme, serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan saling menghargai, khususnya dalam memberikan penghormatan terhadap perempuan di lingkungan kerja. Hal ini dinilai penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan.

Upacara berlangsung tertib dan penuh makna, ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan sejarah singkat Hari Ibu, penyampaian amanat inspektur upacara, serta doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan khidmat.

Melalui peringatan Hari Ibu Tahun 2025 ini, Lapas Kelas IIB Takalar meneguhkan komitmennya untuk terus mendukung peran dan kontribusi perempuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengimplementasikan nilai-nilai pemasyarakatan yang humanis dan berkeadilan demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Lapas Kelas IIB Takalar Gelar Pelepasan Pegawai Purna Bakti dan Mutasi

TAKALAR | POROS INFO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar menggelar kegiatan pelepasan dan perpisahan bagi satu orang pegawai purna bakti serta dua orang pegawai yang mendapatkan mutasi tugas, Rabu, 17 Desember 2025.Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Aula Lapas Takalar.

Pegawai yang memasuki masa purna bakti adalah Ibu Sudarwati, sementara dua pegawai lainnya yang mendapatkan mutasi tugas masing-masing Djanwar Bakkara yang dimutasi ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Makassar, serta Muhammad Ronaldi H yang mendapat amanah baru di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Mansur, bersama para pejabat struktural dan seluruh jajaran pegawai. Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian para pegawai selama menjalankan tugas di Lapas Takalar.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Takalar Mansur menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Sudarwati atas loyalitas, dedikasi, dan pengabdiannya hingga memasuki masa purna bakti.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Djanwar Bakkara dan Muhammad Ronaldi H atas kontribusi dan kinerja yang telah diberikan selama bertugas di Lapas Takalar, serta berharap keduanya dapat terus berkarya, berprestasi, dan membawa semangat positif di tempat tugas yang baru.

“Purna bakti merupakan akhir dari masa kedinasan, namun bukan akhir dari pengabdian. Sementara mutasi adalah bagian dari dinamika organisasi dalam rangka pengembangan karier serta peningkatan kinerja,” ujar Mansur.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan pegawai purna bakti dan pegawai yang dimutasi turut menyampaikan pesan dan kesan selama bertugas, serta mengucapkan terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan kerja sama seluruh jajaran Lapas Takalar.

Acara diakhiri dengan penyerahan cendera mata, sesi foto bersama, serta doa bersama sebagai simbol kebersamaan dan kenang-kenangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kekeluargaan, kebersamaan, dan profesionalisme pegawai Lapas Kelas IIB Takalar senantiasa terjaga.

Dana Desa 2025 Towata Rp314 Juta Dipertanyakan, Kades Mengaku Tak Ada Pengerasan Jalan

TAKALAR | POROS INFO.ID – Penggunaan Anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2025 di Desa Towata, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, kembali menuai sorotan tajam. Pasalnya, tercatat adanya alokasi anggaran untuk kegiatan Pembangunan Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman dengan nilai fantastis mencapai Rp314.106.000, namun realisasinya dipertanyakan, Jumat (19/12).

Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp hingga sambungan telepon, Kepala Desa Towata justru menyampaikan pernyataan yang menimbulkan tanda tanya. Ia menyebutkan bahwa tidak ada kegiatan pengerasan jalan tani di desanya, pernyataan yang dinilai kontradiktif dengan nomenklatur kegiatan yang tercantum dalam dokumen anggaran Dana Desa 2025.

Ironisnya, bukan kali pertama kegiatan serupa dianggarkan. Pada tahun 2024, Pemerintah Desa Towata juga mengalokasikan Dana Desa untuk kegiatan Pembangunan Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman dengan nilai Rp112.704.000. Pengulangan proyek dengan jenis yang sama ini memunculkan dugaan lemahnya perencanaan dan evaluasi pembangunan desa.

Lebih jauh, berdasarkan data pada Aplikasi JAGA, Desa Towata tercatat berstatus desa berkembang. Status ini seharusnya mendorong pemerintah desa untuk mulai menggeser fokus pembangunan ke arah peningkatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan, serta penguatan sosial desa, bukan semata-mata pada pembangunan fisik yang berulang.

Kritik keras pun datang dari Barisan Aktivis Mahasiswa Pergerakan (BARAK). Dalam pernyataannya, BARAK menilai bahwa desa dengan status berkembang seharusnya telah melangkah lebih progresif dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

“Namun, masih ditemukannya desa yang terus memfokuskan penggunaan Dana Desa pada proyek pengerasan jalan lingkungan permukiman menunjukkan lemahnya transformasi kebijakan pembangunan desa. Pengulangan proyek serupa justru menandakan stagnasi perencanaan dan minimnya evaluasi atas hasil pembangunan sebelumnya,” tegas BARAK.

Menurut BARAK, dominasi pembangunan fisik tidak hanya berpotensi menghambat peningkatan status desa, tetapi juga menutup ruang bagi penguatan sektor ekonomi produktif dan ketahanan sosial masyarakat. Padahal, indikator penilaian desa tidak semata diukur dari keberadaan infrastruktur, melainkan juga dari kemampuan desa dalam meningkatkan kesejahteraan warganya secara menyeluruh.

“Indikator desa maju tidak hanya soal jalan, tapi juga ekonomi, sosial, dan kemandirian masyarakat,” lanjutnya.

Di akhir pernyataan, BARAK menegaskan bahwa kebijakan pembangunan desa yang tidak adaptif seperti ini membuka ruang kritik serius dari sisi pengawasan. Bahkan, sikap Kepala Desa Towata yang dinilai tidak memahami secara utuh kegiatan yang dianggarkan semakin memperkuat dugaan lemahnya tata kelola Dana Desa di wilayah tersebut.

(Red/tim)