Amsar M

Antisipasi Kemarau 2026, Perumda Tirta Panrannuangku Takalar Imbau Pelanggan Siapkan Penampungan Air

TAKALAR | POROS INFO.ID – Dalam rangka menghadapi musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan lebih kering dari biasanya, Perumda Air Minum Tirta Panrannuangku (PDAM Takalar) mengimbau seluruh pelanggan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiapkan penampungan air sejak dini.

Imbauan ini menjadi langkah awal agar masyarakat tetap tenang dan siap menghadapi potensi keterbatasan pasokan air bersih.

Langkah antisipatif ini dilakukan guna memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi, meskipun terjadi penurunan debit air baku selama musim kemarau berlangsung. Dengan persiapan yang matang, diharapkan distribusi air dapat tetap berjalan optimal tanpa menimbulkan gangguan berarti bagi pelanggan.

Pihak Perumda Tirta Panrannuangku Takalar juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi air. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, salah satunya dengan menyediakan wadah penampungan air di rumah masing-masing sebagai langkah pencegahan.

Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi tahun ini diperkirakan lebih kering, dengan curah hujan pada periode Mei berada pada kisaran 100–150 mm dan bersifat di bawah normal. Situasi ini menjadikan musim kemarau 2026 berpotensi lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan bahwa intensitas fenomena El Niño berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang sekitar 50–80 persen, serta kemungkinan kecil (kurang dari 20 persen) untuk berkembang menjadi kategori kuat.

Mengutip laporan dari SindoNews, pakar kebencanaan Teuku Faisal Fathani menyebutkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan, telah mulai memasuki musim kemarau lebih awal, sehingga diperlukan kewaspadaan dan kesiapan dari seluruh elemen masyarakat.

Tahapan Seleksi Berlanjut, Calon Pimpinan BAZNAS Takalar Jalani CAT dan Penyusunan Makalah

TAKALAR | POROS INFO.ID – Panitia seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Takalar melaksanakan tahapan seleksi berupa Computer Assisted Test (CAT) dan penyusunan makalah, Rabu (29/04/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh para peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lulus seleksi administrasi. Pelaksanaan CAT bertujuan untuk mengukur kemampuan dasar, wawasan, serta pemahaman peserta terkait pengelolaan zakat dan kelembagaan BAZNAS. Sementara itu, penyusunan makalah menjadi sarana untuk menilai kemampuan analisis, gagasan, serta visi peserta dalam mengembangkan BAZNAS Kabupaten Takalar ke depan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar di bawah pengawasan panitia seleksi.

Setelah melalui tahapan CAT dan makalah, para peserta akan melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu tes wawancara yang dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis tanggal 30 April 2026 bertempat di mess pemda takalar belakang Masjid agung. Tahapan wawancara ini bertujuan untuk menggali lebih dalam kompetensi, pengalaman, integritas, serta komitmen peserta dalam mengemban amanah sebagai pimpinan BAZNAS.

Panitia seleksi berharap seluruh proses ini dapat menghasilkan pimpinan BAZNAS Kabupaten Takalar yang profesional, amanah, dan mampu meningkatkan pengelolaan zakat secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.

Simulasi Tes CAT Seleksi Pimpinan BAZNAS Kabupaten Takalar Berjalan Lancar

TAKALAR | POROS INFO.ID – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan seleksi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Takalar, panitia seleksi menggelar simulasi tes berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang berlangsung dengan tertib dan lancar, Selasa (28/04/2026).

Kegiatan simulasi ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan teknis sekaligus memberikan pemahaman kepada para peserta terkait mekanisme ujian CAT yang akan digunakan dalam proses seleksi. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan simulasi, mulai dari proses login hingga pengerjaan soal secara digital.

Ketua panitia seleksi menyampaikan bahwa simulasi ini sangat penting guna meminimalisir kendala teknis saat pelaksanaan tes sesungguhnya.

“Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh peserta memahami sistem CAT, sehingga pelaksanaan ujian nantinya dapat berjalan efektif, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Selain itu, panitia juga memberikan arahan teknis terkait tata cara penggunaan komputer, pengisian identitas, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kendala selama ujian berlangsung.

Simulasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam menghadapi tes seleksi pimpinan BAZNAS Kabupaten Takalar. Dengan sistem CAT, proses seleksi diharapkan lebih objektif dan profesional, sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.

Pelaksanaan tes CAT resmi dijadwalkan akan berlangsung pada hari rabu tanggal 29 April 2026 bertempat di laboratorium Madrasah Aliyah pesantren Al Qamar Bajeng, sebagai bagian dari tahapan seleksi untuk menjaring calon pimpinan BAZNAS yang kompeten, berintegritas, dan memiliki komitmen dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Takalar.

Penyesuaian Layanan, Lapas Takalar Alihkan Jadwal Kunjungan dan Penitipan Barang ke 29 April

TAKALAR | POROS INFO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar, di bawah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, menyampaikan pemberitahuan penting kepada masyarakat terkait penyesuaian layanan, Minggu (27/04/2026).

Sehubungan dengan adanya kegiatan internal, layanan kunjungan warga binaan serta penitipan barang yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin, 27 April 2026, untuk sementara waktu ditiadakan.

Sebagai tindak lanjut, pihak Lapas Takalar mengalihkan layanan tersebut ke hari Rabu, 29 April 2026. Kebijakan ini diambil guna mendukung kelancaran kegiatan internal sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Pihak Lapas Takalar menyampaikan permohonan maaf serta mengharapkan pengertian dan kerja sama dari seluruh pihak.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi admin melalui layanan WhatsApp di nomor 0813 1212 6832.

Skandal P3-TGAI Sulsel III, LKBHMI Dorong APH Periksa Sarce Bandaso dan Jaringan Politik

SULSEL | POROS INFO.ID – Gelombang kritik terhadap pengelolaan dana aspirasi kembali menguat setelah aparat penegak hukum menetapkan mantan anggota DPR RI Dapil Sulawesi Selatan III, Muhammad Fauzi, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang Makassar mengapresiasi langkah awal penegakan hukum tersebut. Namun, mereka menegaskan bahwa pengusutan perkara tidak boleh berhenti pada satu nama, melainkan harus diperluas secara menyeluruh untuk mengungkap dugaan keterlibatan pihak lain.

Sekretaris Direktur LKBHMI Cabang Makassar, Andi Arham, menegaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Muhammad Fauzi harus menjadi pintu masuk untuk membongkar praktik korupsi yang diduga berlangsung secara sistematis.

“Penetapan tersangka ini bukan akhir, melainkan awal untuk mengungkap jaringan dugaan korupsi yang lebih luas dalam program P3-TGAI,” tegas Andi Arham, Minggu (26/04/2026).

LKBHMI juga menyoroti dugaan pola serupa dalam penyaluran program P3-TGAI di sejumlah wilayah lain di Dapil Sulsel III. Mereka menduga adanya keterkaitan dengan mantan anggota DPR RI Komisi V, Sarce Bandaso, serta sejumlah elite partai di wilayah Luwu Raya dan Tana Toraja.

“Kami mendesak aparat penegak hukum segera memanggil dan memeriksa Sarce Bandaso. Indikasi kesamaan pola penyaluran di Luwu Raya, Tana Toraja, dan Toraja Utara tidak boleh diabaikan,” lanjut Andi Arham.

Sebagai bentuk keseriusan, LKBHMI Cabang Makassar menyatakan akan melakukan pengawalan langsung ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan guna mendorong percepatan penanganan perkara, termasuk mendesak pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Kami akan mengawal proses ini secara intensif. Tidak boleh ada pembiaran dalam dugaan praktik korupsi yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Menurut LKBHMI, modus yang digunakan dalam dugaan kasus ini mengarah pada praktik terstruktur, mulai dari pemotongan dana bantuan hingga pungutan terhadap kelompok tani penerima program. Praktik tersebut dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan kewenangan yang merugikan negara dan masyarakat luas.

“Program yang bersumber dari uang negara tidak boleh dijadikan ladang keuntungan segelintir pihak. Jika terbukti, ini merupakan kejahatan serius yang harus ditindak tegas tanpa kompromi,” ujar Andi Arham.

Atas dasar itu, LKBHMI mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, mulai dari aktor politik, koordinator lapangan, hingga pihak yang memiliki kewenangan dalam distribusi program.

“Kami akan terus mengawal hingga tuntas.Penegakan hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Keadilan harus ditegakkan tanpa intervensi dan tanpa pandang bulu,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih membuka ruang konfirmasi kepada seluruh pihak yang disebutkan untuk memberikan klarifikasi.

Curanmor di Tombolo Digagalkan! RX King Sempat Dibawa Kabur, Ditinggal Pelaku di Depan Masjid Lengkese

TAKALAR | POROS INFO.ID – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Dusun Tombolo, Desa Barana, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, berhasil digagalkan. Satu unit sepeda motor yang sempat dibawa kabur pelaku akhirnya ditemukan dalam kondisi terparkir di depan Masjid Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Jumat siang (24/04/2026).

Peristiwa ini bermula saat sepeda motor jenis Yamaha RX King berwarna hitam lis biru milik Ruslan Dg Ngalle dilaporkan hilang pada malam hari. Sehari setelah kejadian, upaya pengejaran terhadap terduga pelaku langsung dilakukan.

Ketua FKPM Adat Budaya Kecamatan Bangkala Barat bergerak cepat dengan menyebarkan informasi melalui komunikasi HT (radio) kepada seluruh anggota FKPM Adat Budaya di Kabupaten Jeneponto dan Takalar. Penelusuran juga dilakukan berdasarkan laporan masyarakat serta rekaman CCTV di sejumlah titik.

 

Foto : Babansa dan Binmas Desa Lengkese, mengamankan unit kendaraan sebelum di bawah kapolsek Mangarabombang

 

Hasilnya, informasi penting diperoleh melalui pesan WhatsApp yang menyebutkan bahwa kendaraan tersebut terdeteksi berada di wilayah Desa Lengkese, Takalar. Saat ditemukan, motor dalam kondisi terparkir dan diduga sengaja ditinggalkan oleh pelaku untuk menghindari pengejaran.

Selanjutnya, kendaraan diamankan dan dibawa ke Polsek Mangarabombang untuk proses penyerahan kepada pemilik. Penyerahan berlangsung di hadapan Kapolsek Mangarabombang AKP Asri AR, Danramil 05/1426 Mangarabombang Lettu Rajab, serta jajaran FKPM Adat Budaya.

Turut hadir dalam proses tersebut Ketua FKPM Adat Budaya Nabi Yanto M Dg Nakku bersama para ketua kecamatan dari Jeneponto dan Takalar, di antaranya Abdul Malik Nur Kr Nai’, Abdul Jalil Tuang Unjung, Abdul Rahman Dg Rowa, Bakri Dg Nai’, serta Ketua FKPM Kabupaten Takalar Rahmat Dg Gata, Wakil Ketua I Muh. Saleh, S.Sos Dg Tata, dan Bendahara Umum Hasanuddin Dg Lese.

Keberhasilan ini menjadi bukti solidnya sinergi antara masyarakat, FKPM Adat Budaya, serta aparat dalam merespons cepat tindak kejahatan, sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku curanmor di wilayah Jeneponto dan sekitarnya.

Masuk DPO 7 Bulan, Pelaku Penganiayaan Berat di Takalar Diciduk Polisi

TAKALAR | POROS INFO.ID – Setelah sempat menjadi buronan selama kurang lebih tujuh bulan, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Galesong Utara (Galut), Polres Takalar, akhirnya berhasil mengamankan seorang pria lanjut usia berinisial MU (72),pelaku penganiayaan berat terhadap majikannya sendiri.

Pelaku ditangkap oleh Tim Reskrim Polsek Galut yang dipimpin Kanit Reskrim, Ipda Asrianto Salam, S.H., usai dilakukan serangkaian penyelidikan intensif berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/100/X/2025/SPKT SEK GALUT.

Penangkapan berlangsung pada Jumat (24/04/2026) dini hari di Dusun Kampuang Tangnga, Desa Aeng Batu-batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu bilah parang yang diduga digunakan pelaku saat melakukan aksinya.

“Pelaku telah lama menjadi buronan dan akhirnya berhasil kami amankan tanpa perlawanan setelah mengetahui keberadaannya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Galut.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Ia nekat melakukan penganiayaan terhadap korban, Muhammad Wahyudi (38), karena merasa kesal terkait gaji yang belum dibayarkan.

Peristiwa bermula saat korban datang ke lokasi menggunakan sepeda motor untuk menemui pelaku. Saat bertemu, pelaku langsung menagih gaji yang dianggap belum dibayarkan.

Korban sempat memberikan penjelasan, namun pelaku tidak menerima dan emosinya memuncak. Dalam kondisi tersebut, pelaku kemudian mengambil parang yang terselip di pinggangnya dan langsung mengayunkannya ke arah korban.

Korban sempat berusaha menghindar, namun sabetan parang tetap mengenai tangan kanan korban. Akibatnya, korban mengalami luka bacok serius hingga menyebabkan beberapa jari tangan kanan putus.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian hingga akhirnya pelaku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama tujuh bulan.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Galesong Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat (1) dan (2) KUHP lama juncto Pasal 466 ayat (1) dan (2) KUHP baru tentang penganiayaan berat, dengan ancaman pidana penjara.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar menyelesaikan setiap persoalan secara bijak dan tidak menggunakan kekerasan yang dapat merugikan semua pihak.

LP : WiraEsa/JKN

Resmi Jabat Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Dody Riyan Saputra Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan Takalar

TAKALAR | POROS INFO.ID – Bupati Takalar, Ir. H. Firdaus Daeng Manye, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan empat pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar, Kamis (23/04/2026).

Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar tersebut menandai dimulainya amanah baru bagi para pejabat yang dilantik.

Salah satunya adalah Dody Riyan Saputra yang kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar.

Dalam keterangannya, Dody menegaskan komitmennya untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Ia menyebutkan bahwa penguatan sumber daya manusia, pembenahan sistem pembelajaran, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan akan menjadi fokus utama ke depan.

“Kami siap bekerja maksimal untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Dody.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi unggul di Kabupaten Takalar.

Dody juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pendidikan yang maju dan berdaya saing.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam mendorong profesionalisme dan kinerja aparatur sipil negara, khususnya di sektor pendidikan yang menjadi pilar penting dalam pembangunan daerah.

Pemerintah Kabupaten Takalar pun menaruh harapan besar agar para pejabat yang baru dilantik mampu menghadirkan inovasi serta langkah konkret demi peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pelantikan 4 Pejabat Tinggi Pratama Takalar, LSM Jangkar: Saatnya Buktikan Kinerja Nyata

TAKALAR | POROS INFO.ID – Pemerintah Kabupaten Takalar kembali melakukan rotasi jabatan strategis dengan melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama, Kamis (23/4/2026).

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan para pejabat tersebut dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, pukul 19.00 WITA.

Empat pejabat yang dilantik masing-masing adalah H. Zulkarnain sebagai Sekretaris DPRD Takalar; Dody Riyan Saputra sebagai Kepala Dinas Pendidikan; Syarief H sebagai Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi; serta Muhammad Rusli yang mengisi jabatan Inspektur pada Inspektorat.

Pelantikan ini dihadiri sejumlah pejabat struktural, termasuk camat dan kepala bagian lingkup Sekretariat Daerah, dengan ketentuan mengenakan pakaian sipil lengkap.

Momentum ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi bagian dari penataan birokrasi sekaligus titik awal tanggung jawab baru dalam menjalankan roda pemerintahan.

Pergantian jabatan ini juga menjadi ujian nyata bagi profesionalisme, integritas, dan kapasitas kinerja aparatur sipil negara (ASN).

Pelantikan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, yang mewajibkan setiap ASN yang menduduki jabatan untuk dilantik dan mengucapkan sumpah/janji sesuai agama atau kepercayaannya.

Hal ini menegaskan bahwa pejabat yang dilantik terikat tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara hukum dan moral.

Dalam arahannya, Bupati Takalar menegaskan bahwa jabatan adalah amanah publik yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kerja nyata.

“Pelantikan ini adalah awal dari tanggung jawab besar. Masyarakat tidak membutuhkan seremoni, tetapi kerja nyata, inovasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.

Ia juga mendorong para pejabat yang baru dilantik agar mampu menghadirkan terobosan serta bekerja cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Ketua LSM. Jangkar, Sahabuddin Alle, turut menyampaikan ucapan selamat disertai harapan kritis.

“Selamat kepada pejabat yang dilantik. Ini adalah kepercayaan besar yang harus dijaga dengan integritas dan dedikasi. Kami berharap ini menjadi momentum perubahan nyata, bukan sekadar rotasi jabatan,” ujarnya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik di Kabupaten Takalar.

117 Apoteker Baru UMI Resmi Disumpah, Siap Turun ke Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan

MAKASSAR | POROS INFO.ID – Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan eksistensinya dalam mencetak tenaga kesehatan berkualitas. Sebanyak 117 apoteker resmi dilantik dan diambil sumpahnya dalam prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Apoteker Periode I Tahun 2026 yang berlangsung khidmat dan penuh haru.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Farmasi UMI, Prof. apt. Aktsar Roskiana Ahmad, S.Farm., M.Farm., Ph.D, serta dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Makassar, preseptor dari puskesmas, rumah sakit, industri farmasi, distributor obat, hingga organisasi profesi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Kehadiran keluarga dan civitas akademika turut menambah sakralnya momentum tersebut.

Ketua Program Studi Profesi Apoteker, Dr. apt. Audia Triani Olii, S.Farm., M.Si, melaporkan bahwa sebanyak 117 mahasiswa resmi mengucapkan sumpah profesi sebuah gerbang awal menuju tanggung jawab besar di dunia kesehatan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Farmasi UMI menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal pengabdian nyata. Ia menyebut, para apoteker baru harus siap memberikan kontribusi konkret bagi masyarakat.

“Sebanyak 117 apoteker hari ini bukan hanya lulusan, tetapi harapan baru bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan. Kami berharap mereka mampu memberi dampak positif dan menjawab tantangan kesehatan ke depan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Fakultas Farmasi UMI telah memasuki usia 25 tahun dalam mengabdi, dengan alumni yang telah berkiprah di tingkat nasional hingga internasional.

Sementara itu, Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H, menekankan pentingnya menjaga integritas, karakter, dan semangat keilmuan. Ia mengingatkan bahwa perjuangan panjang para lulusan harus berlanjut dalam bentuk kontribusi nyata.

“Jangan pernah puas dengan capaian hari ini. Teruslah meng-upgrade ilmu dan menjaga nama baik almamater. UMI adalah kampus ilmu dan dakwah, maka karakter ke-UMI-an harus tetap melekat,” ujarnya.

Rektor juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di UMI, sembari mengingatkan pentingnya rasa syukur dan penghormatan kepada keluarga.

Momen haru juga datang dari perwakilan apoteker berprestasi, apt. Siti Sri Wulan Maulani, S.Farm, yang berhasil meraih IPK sempurna 4.0. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan akhir, melainkan awal pengabdian.

“Ini adalah titik awal untuk memberi dampak bagi masyarakat. Terima kasih kepada dosen, preseptor, dan terutama orang tua yang tak pernah berhenti mendoakan,” ungkapnya penuh haru, Selasa (21/04/2026).

Ia juga mengajak seluruh apoteker yang baru dilantik untuk menjadikan profesi ini sebagai jalan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat.

Dengan pelantikan ini, UMI kembali mengirimkan ratusan tenaga kesehatan ke tengah masyarakat. Tantangan besar menanti, namun satu hal yang pasti: para apoteker ini kini memikul tanggung jawab besar sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di Indonesia.